Jakarta – Salah satu strategi BNPT dalam melakukan penanggulangan serta pencegahan radikalisme di masyarakat adalah dengan melibatkan peran serta mantan narapidana terorisme (napiter) di Indonesia. Mewadahi hal tersebut, BNPT menggelar acara Silaturahmi Nasional bertajuk “Gerakan Masyarakat Anti Radikalisme Negara Kesatuan Republik Indonesia atau GEMAR NKRI 2017 di Aula Perpustakaan Mesjid Istiqlal, Jakarta Pusat pada Senin (18/12/2017) pagi.

Kegiatan Silaturrahmi Nasional bertujuan untuk membuka wawasan keagamaan, kebangsaan, dan kewirausahaan dari 100 orang mantan napiter yang ikut dalam kegiatan ini. Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., dalam sambutannya mengatakan bahwa kegiatan Silaturrahmi Nasional merupakan bagian dari program deradikalisasi. Untuk mewujudkan deradikalisasi yang lebih efektif dan efisien, sinergitas antar Kementerian/Lembaga dalam penanggulangan terorisme turut menjadi perhatian bersama.

“Upaya deradikalisasi merupakan usaha berkesinambungan yang tidak bisa dilakukan secara parsial namun perlu dilakukan bersama-sama antara BNPT dengan seluruh elemen masyarakat. Untuk mendukung sinergitas antar Kementerian/Lembaga, BNPT turut mengundang bapak Yudi Latief, dari Kementerian Agama, perwakilan dari Kementerian Riset dan Pendidikan Tinggi serta perwakilan dari Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan sebagai bagian dari pilar pendukung BNPT dalam menanggulangi terorisme,” kata Suhardi Alius.

Beliau juga menegaskan bahwa  dalam menanggulangi terorisme BNPT tidak bisa bekerja sendirian. Dibutuhkan bantuan dari Kementerian/Lembaga terkait termasuk para mantan napiter yang bisa memberikan informasi kepada BNPT akan penaggulangan terorisme yang efektif. “Kita tidak bisa bekerja sedirian untuk mengurai benang kusut permasalahan terorisme tanpa bantuan dari kementerian terkait. BNPT terbatas kemampuannya sehingga dibutuhkan bantuan dari seluruh pihak untuk bekerja sama,” ujar Kepala BNPT.

Suhardi Alius berharap, kedepannya jumlah para napiter yang hadir bisa bertambah dan dapat bersilaturahmi untuk bertukar pikiran demi kemajuan bersama. “Mitra binaan Pusat Deradikalisasi Sentul terdapat sekitar 700 mantan napiter. Namun yang hadir sekarang ada 100 orang. Mudah-mudahan kedepannya mau bergabung dan bersilaturrahim dengan yang lain sehingga dapat bertukar pikiran untuk kemajuan bersama kedepannya,” ucap Beliau.

Kegiatan ini dilanjutkan dengan melakukan dialog interaktif dengan narasumber yaitu Kepala BNPT Komjen. Pol. Suhardi Alius, M.H., Kepala UKP-PIK Yudi Latief, dan perwakilan dari Kementerian Agama, Kemendikbud, dan Kemenristek dan moderator Direktur Deradikalisasi Prof. Irfan Idris.

Hadir juga dalam acara ini para pejabat BNPT, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, Dan Deradikalisasi BNPT Mayjen TNI Abdul Rahman Kadir, Plt. Deputi Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Brigjen. Pol. Drs. Budiono Sandi, dan Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Irjen Pol. Drs. Hamidin.