30 Peserta Dikbangspes Polri Kunjungi Kantor BNPT

0
1420

Bogor – Badan Nasional Penanggulangan Teroris (BNPT) menerima kunjungan dari para peserta pendidikan dan pelatihan POLRI (Dikbangspes Perwira Pertama Dokpol) pada Selasa (13/3/2018) pagi. Kedatangan 30 peserta disambut baik oleh Direktur Penindakan BNPT Brigjen Pol. Torik Triyono di Auditorium Gedung B Kantor BNPT, Komplek IPSC, Citereup, Bogor. Kegiatan kujungan ini dalam rangka pendidikan dan pelatihan Polri Tahun Ajaran 2018, yang bertujuan untuk mengetahui peran dan fungsi BNPT serta penggunaan kesehatan Polri dalam menanggulangi terorisme.

Bertujuan mengenal BNPT lebih baik, Brigjen Pol. Torik Triyono, mengawali paparan dengan membahas struktur organisasi, tugas dan fungsi BNPT, fenomena terorisme serta pola penanggulangan terorisme.

“BNPT khususnya Deputi 2 bidang Penindakan dan Kemampuan membantu tugas densus anti teror dalam menindak, karena mereka punya informasi terkait terorisme khusunya di kepolisian. “Tidak hanya bentuk penindakan BNPT juga melakukan pencegahan dalam radikalisme dan terorisme, bidang Pencegahan dan Deradikalisasi berpusat pada kedeputian 1 yang tergabung dari Polri, TNI, dan sipil,” ujarnya dalam paparan.

Lebih lanjut, Beliau juga mengatakan dalam menjalankan tugas dan fungsinya BNPT melibatkan Kementerian/Lembaga dalam mencegah dan menanggulangi terorisme.

“BNPT juga tidak bekerja sendiri, kami sudah bekerjasama dengan 36 Kementerian/Lembaga dalam memerangi terorisme di Indonesia, tak hanya itu kami juga bekerjasama dengan negara-negara luar terkait terorisme yang menjadi musuh dunia,” ucapnya.

Selain itu Brigjen Pol. Torik memberikan paparannya dihadapan para peserta tentang peran dan fungsi penggunaan kesehatan Polri dalam penanggulangan terorisme. Menurutnya ada 2 peran yang dijalankan dalam penanggulangan terorisme diantaranya peran tenaga kesehatan di tempat kejadian teror dan kesiapan medis dan tanggap reaksi pada aksi teror.

“Peran tenaga kesehatan di TKP teror itu apabila ada serangan teror, pasca serangan dan TKP sudah dinyatakan clear dari bom oleh pejinak bom. Peran tenaga kesehatan melakukan aksi penindakan terhadap pelaku dan korban teror seperti adanya pelaku bom bunuh diri, saya kira kalian lebih paham dalam mengindetifikasinya sesuai dengan aturan dan SOP-nya,” ujar Brigjen Pol. Torik.

Usai memberikan paparannya, Para peserta melakukan foto bersama dan diajak mengunjungi Pusat Deradikalisasi di Kantor BNPT Sentul. Dijelaskan bahwa Pusat Deradikalisasi digunakan untuk melakukan pembinaan, pemberdayaan, dan pelatihan bagi warga binaan di lembaga pemasyarakatan terorisme. Pembinaan dan pelatihan para warga binaan dilakukan oleh banyak kelompok ahli dari berbagai latar belakang, seperti pakar psikologi, pakar wawasan kebangsaan, agama, dan kewirausahaan.