Jakarta – Program Sinergisitas sebagai salah satu upaya penanggulangan terorisme merupakan usaha luar biasa yang menggerakkan 36 K/L. Sesuai dengan mandat Menko Polhukam, program Sinergisitas berusaha untuk mencegah dan mengurangi radikal terorisme di provinsi tertentu dengan rencana aksi 36 K/L yang sesuai dengan kebutuhan provinsi yang menjadi lokus. Dalam hal ini, program Sinergisitas telah menjajaki rapat Finalisasi dan Penandatanganan Penetapan Rencana Aksi Sinergisitas Antar Kementerian/Lembaga tahun 2019.

Bertempat di Ballroom Hotel Millenium, Jakarta, rapat digelar pada Kamis (11/4) siang. Dalam rapat yang dihadiri oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. dan Ketua Tim Sinergisitas Marsda TNI A. Adang Supriyadi mengundang seluruh perwakilan K/L terlibat dan puluhan perwakilan pemerintah yang berasal dari 3 provinsi lokus Sinergisitas T.A. 2019.

Membuka kegiatan, Kepala BNPT memberikan sambutan di hadapan puluhan hadirin rapat. Dalam kesempatan ini, Kepala BNPT kembali mengapresiasi hasil serta upaya seluruh pihak terkait dalam pelaksanaan program Sinergisitas. Ia berharap agar rencana aksi yang ditandatangani dapat dijalankan dengan baik.

“Rencana aksi kementerian/lembaga sebaiknya dapat diimplementasikan sesuai dengan rencana sehingga manfaat kegiatan sinergisitas ini dapat dirasakan oleh masyarakat dan memberikan kontribusi bagi penanggulangan terorisme di Indonesia,”

Rencana aksi dari Kementerian/Lembaga yang ditandatangani pada hari ini juga menandakan semangat pelaksanaan program Sinergisitas. Semangat pelaku program Sinergisitas penting untuk dijaga mengingat tahun 2019 lokus program berkembang menjadi 3 provinsi yaitu Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat dan yang terbaru Jawa Timur.

“Penandatanganan ini agar dapat membangkitkan semangat bersinergi dan komitmen dari kementerian/ lembaga, sehingga koordinasi dalam pengimplementasian program penanggulangan terorisme dapat terus terjaga demi keberhasilan program sinergisitas kedepannya.”

Ditemui usai acara, Sekretaris Utama BNPT yang merupakan Ketua Tim Sinergisitas menyampaikan harapan mengenai implementasi kegiatan kedepannya agar dapat terealisasi dan tepat sasaran.

“Kita sedang memasuki tahapan berikutnya, dimana kita sudah merencanakan sesuai perintah yang diberikan kepada BNPT dari Menko Polhukam dengan 36 K/L, yaitu rencana aksi dan kita tandatangani hari ini, mudah-mudahan bisa terealisasi untuk bisa turun ke lapangan yang tadinya ada 2 Provinsi sekarang menjadi 3 Provinsi,” ungkapnya.

“Harapannya karena sudah terencana, tinggal kita lakukan implementasi ke lapangan dan K/L sudah punya rencana-rencana yang sudah kita tampung kebutuhan tiap Provinsi, jadi tempat untuk bisa direalisasikan yang sudah kita rencana aksi-kan,”.

Dalam kesempatan kali ini juga dilakukan pengukuhan Tim Koordinasi Antar K/L Pelaksana Program Penanggulangan Terorisme atau Satgas Sinergisitas. Satgas Sinergisitas antar Kementerian/Lembaga ini melibatkan perwakilan dari 36 K/L, pemerintah daerah, Kodam, Polda, Binda, Kejaksaan Tinggi, Kanwil Kementerian Hukum dan HAM serta Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT).

“Sebelum Kementerian dan Lembaga turun, Satgas itu sudah menuju wilayah sasaran-sasaran tadi, mana-mana saja sih yang bisa kita bantu. Misalnya ada tempat yang jalannya kurang baik, kita perbaiki, atau akan ada kegiatan cocok tanam yang bisa kita bantu. Sudah Dari Departemen Pertanian sudah memberikan 1 juta ekor ayam ke 3 Provinsi itu, dan Alhamdulillah kita akan realisasikan ke sasaran-sasaran itu,” ujar Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas menutup kegiatan kali ini.