Sentul – Pusat Deradikalisasi Sentul resmi melepas salah satu alumninya, Miko Yosika dalam sebuah acara pelepasan sederhana di Sentul, Senin (24/7/2017). Acara pelepasan itu dipimpin Direktur Deradikalisasi BNPT Prof. Dr. Irfan Idris, MA didampingi Kepala Lapas Khusus IIB Sentul, Dannie Firmansyah dan Kasubdit Bina Dalam Pemasyarakatan Khusus Terorisme Kolonel Mar. Andy Prasetyo.

“Hari ini, Miko Yosika resmi bebas dan menjadi alumni Pusat Deradikalisasi Sentul,” kata Prof. Dr. Irfan Idris, MA.

Miko divonis selama 6 tahun 6 bulan, namun karena mendapatkan pengurangan masa tahanan kini menjadi 4 tahun 8 bulan. Miko adalah alumni ketiga Pusat Deradikalisasi Sentul. Sebelumnya, 8 Juni lalu, Chamidi dan Ayatullah lebih dulu ‘diwisuda’ dari Pusat Deradikalisasi Sentul.

“Meski telah bebas dan kembali ke masyarakat, kami akan terus memberikan pembinaan kepada para alumni agar tidak tergabung lagi dengan kelompoknya dulu,” imbuh Prof. Irfan.

Menurutnya, pembinaan lanjutan itu dilakukan karena dikhawatirkan jaringan lamanya akan mempengaruhi lagi. Karena itu, pendampingan perlu dilakukan agar mereka tidak kembali menjadi teroris.

Selama menjalani pembinaan di Pusat Deradikalisasi Sentul, lanjut Irfan, para napi terorisme tidak hanya dibina ideologi dan pemahaman agamanya, tapi juga dibekali ketrampilan agar saat kembali ke masyarakat mereka memiliki keahlian.

Miko Yosiko mengaku bersyukur akhirnya resmi bebas. Ia berharap setelah kembali ke kampung halamannya di Tuban, Jawa timur, ia bisa diterima masyarakat dan bisa beraktivitas normal. Selain itu ia sudah memiliki rencana untuk beraktivitas di bidang lingkungan.

“Alhamdulillah hari ini akhirnya saya bebas. Rencana setelah ini saya akan melakukan kegiatan berbasis lingkungan menyelamatkan lingkungan, menyelamatakan sampah. Insya Allah dengan perbuatan ini saya bisa dipercaya kembali oleh masyarakat,” kata Miko.