Jakarta – Keberadaan radikal terorisme di tengah masyarakat dapat menimbulkan aksi yang merugikan secara masif dapat dirasakan seluruh lapisan masyarakat. Fenomena ini menuntut pelibatan seluruh aspek masyarakat tak terkecuali dari sektor perekonomian. Dalam hal ini, Bank Mandiri melibatkan BNPT untuk membekali pegawai terbaiknya guna memperluas wawasan akan fenomena radikal terorisme.

Bertempat di Ruang Serbaguna Menara Sjafruddin Prawiranegara Kompleks Perkantoran Bank Indonesia, Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius memberikan pembekalan pada Senin (4/11) pagi. Pada Kegiatan Mandiri Best Employee Kepala BNPT memberikan pemaparan di hadapan 100 pegawai kandidat. Pembekalan Kepala BNPT didampingi Direktur Kepatuhan dan SDM, Agus Dwi Handaya dan Direktur Eksekutif, Kepala BI Institute, Solikin M. Juhro.

Sebelum memasuki pembekalan, Direktur Kepatuhan dan SDM, Agus Dwi Handaya, menyampaikan sambutan. Ia menyampaikan Bank Mandiri sebagai bagian dari Negeri perlu dibekali dengan materi wawasan kebangsaan dan ketahanan ekonomi. Hal ini guna menciptakan budaya Bank Mandiri yang kontributif bagi Negeri.

“Agar pegawai seleksi memiliki semangat membangun bersama negeri, memberikan energi terbaik untuk negeri, memiliki kesadaran dan karakter yg kuat untuk menjaga NKRI. BNPT sebagai salah satu role model penanggulangan terorisme memiliki pendekatan tematik dan unik, kita pelajari dan dukung,” ujar Agus Dwi Handaya.

Di hadapan pegawai berprestasi Bank Mandiri, Kepala BNPT mengingatkan agar para pegawai tidak menganggap remeh fenomena radikal terorisme. Sebagai aktor di bidang perbankan, para pegawai tak lepas dari aktivitas radikal terorisme seperti pendanaan teroris.

“Pendanaan teroris itu bisa dari tingkatan masyarakat mana saja, ini yang kita hadapi ancaman dari aspek keamanan. Kita sedang menghadapi globalisasi, ke depannya antisipasi turbulensi dan resistensi dari tiap kebijakan dalam hal keamanan, asalkan kita dalam mindset kepentingan bangsa, jangan takut,” ujar Kepala BNPT.

Mantan Sekretaris Lemhannas tersebut juga meminta para pegawai penerus Bank Mandiri tersebut agar membangun naluri krisis serta kepedulian terhadap permasalahan bangsa. Ia meminta agar para pegawai dapat mengakselerasi perkembangan zaman dengan menerapkan radikalisme positif.

“Radikalisme negatif yaitu Anti NKRI, anti Pancasila, Intoleransi, paham Takfiri dan menyebarkan disintegrasi bangsa. Nah sekarang kita bangun kepedulian, lawan dan beraksi dengan radikalisme positif dengan terobosan membangun bangsa lebih baik,” ujar Drs. Suhardi Alius.

Kegiatan diakhiri dengan sesi tanya jawab antara peserta dan Kepala BNPT. Sementara itu, Direktur Kepatuhan dan SDM menyampaikan bahwa pembekalan yang disampaikan Kepala BNPT mendorong kesadaran kebangsaan dan kepemimpinan.

“Seluruh peserta terharu menyimak pendekatan BNPT, kisah nyata dan peran BNPT sebagai salah satu role model dunia dalam penanggulangan terorisme. Mudah-mudahan menjadi inspirasi untuk berkontribusi kepada keluarga, teman sekitar, bank Mandiri dan Indonesia,” tutup Agus Dwi Handaya.