Bogor – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) menerima kunjungan para peserta Diklat Berjenjang Fungsional Diplomat Sekolah Staf dan Pimpinan Kementerian Luar Negeri (Sesparlu) Angkatan ke-62 pada Rabu (17/7). Kunjungan Kerja Sesparlu tersebut merupakan bagian rangkaian dari materi kurikulum utama Sesparlu yang bertemakan kepemimpinan strategis.

Sestama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi menyambut hangat kedatangan 17 peserta Sesparlu Angkatan ke-62. Kunjungan peserta tersebut dipimpin oleh Direktur Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat, menerima paparan Sestama terkait struktur dan sistem kerja penanggulangan terorisme BNPT.

Sebelum memasuki paparan, Direktur Sesparlu berterima kasih atas sambutan dan kesediaan jajaran BNPT atas fasilitasi kunjungan Sesparlu Angkatan Ke-62. Menurutnya kunjungan ini dapat memperdalam pengetahuan terkait isu dan kebijakan strategis di dunia diplomasi.

“Kami berterima kasih atas kesempatan langka bisa berada di sini, melihat langsung terkait isu yg menjadi perhatian kai dan melihat langsung capaian program penanggulangan terorisme Indonesia di kancah internasional,” ujar June Kuncoro.

Dihadapan belasan peserta, Sestama BNPT memaparkan tentang tugas dan fungsi BNPT serta peran strategis BNPT dalam mengoordinasikan penyusunan kebijakan, strategi, dan program penanggulangan terorisme. Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi juga menyampaikan definisi terorisme serta identifikasi tingkat radikalisme yang dapat ditemui di lingkungan sekitar.

Dr. A. Adang Supriyadi juga menjelaskan kepada peserta Sesparlu terkait perkembangan radikalisme dan terorisme terkini. Lebih lanjut, para peserta diperkaya dengan pengetahuan terkait ruang lingkup pendekatan lunak dalam penanggulangan terorisme.

“Penanggulangan terorisme dengan menggunakan pendekatan lunak dalam kebijakan, strategi dan program meliputi koordinasi lintas sectoral, pelibatan K/L dan partisipasi publik serta pemberdayaan kearifan lokal. Program BNPT dalam pendekatan lunak adalah Deradikalisasi di dalam dan luar Lapas, dan Kontra radikalisasi, baik secara ideologi, narasi dan propaganda,” jelas Sestama.

Setelah menerima paparan, para peserta melaksanakan diskusi dan tanya jawab. Para peserta juga berkesempatan untuk mengenal beberapa fasilitas BNPT untuk dapat mengetahui pelaksanaan beberapa program kerja BNPT. Salah satu fasilitas yang dikunjungi Peserta Sesparlu Angkatan-62 adalah Pusat Deradikalisasi BNPT.

Permasalahan terorisme dan radikalisme yang mengancam kedaulatan negara perlu dipahami oleh peserta Pendidikan Sesparlu. Sebagai calon pemimpin negeri dan garda depan diplomasi Indonesia di masa depan, kewaspadaan dan pemahaman akan bahayanya radikal terorisme perlu dibangun. Demikian pernyataan yang disampaikan Direktur Sesparlu, June Kuncoro Hadiningrat.

“Kami berharap sebagai calon pemimpin negeri mereka juga punya sense of emegency terkait terorisme dan radikalisme. Kementerian Luar Negeri melalui para diplomatnya menjadi pemegang peranan penting untuk bisa mengetahui situasi tersebut dan bagaimana menampilkan profil bahwa Indonesia adalah negara terdepan dalam penanganan Deradikalisasi,” ujarnya.