Padang – Salah satu upaya menangkal penyebaran terorisme dan radikalisme adalah dengan melakukan sosialisasi akan bahaya dari terorisme itu sendiri. Menjawab kebutuhan tersebut, BNPT melakukan sosialisasi melalui Kuliah Umum yang diselenggarakan oleh Universitas Andalas (Unand).

Kuliah umum yang diberikan Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. diadakan di Convention Hall Universitas Andalas pada Jumat siang (02/02). Di hadapan pimpinan kampus, dosen, dan mahasiswa, Kepala BNPT memaparkan materi anti radikalisme dengan tema “Resonansi Kebangsaan dan Pencegahan Radikalisme”.

Ditemui sebelum acara, Kepala BNPT menjelaskan tujuan dari kuliah umum ini yaitu memberikan pengetahuan dan penguatan kepada masyarakat khususnya generasi muda. Hal ini dibutuhkan untuk meningkatkan pengetahuan akan radikalisme dan terorisme, bahayanya, serta memperkuat daya tangkal masyarakat.

“Di kuliah umum ini akan diberikan pencerahan terkait nilai-nilai radikalisme dan terorisme, khususnya ditengah perkembangan teknologi dan informasi yang dapat mempengaruhi pola pikir kita akan paham terorisme dan radikalisme. Perlu dipahami agar masyarakat dan anak muda dapat memilah informasi yang baik dan buruk, agar mereka dapat menangkal nilai-nilai penyimpangan ideologi tersebut,” tukas Suhardi Alius.

Kuliah umum tersebut dibuka dengan pembacaan ayat suci Al-Quran. Rektor Universitas Andalas, Prof. Dr. Tafdil Husni, kemudian membuka kegiatan dengan memberikan sambutan. Dalam sambutannya, Rektor Unand menyayangkan adanya fakta bahwa kampus tidak pasti bersih dari radikalisme. Sehingga, faktor tersebutlah yang mengundang Kepala BNPT memberikan pencerahan di kampus Unand.

“Lingkungan kampus dan mahasiswa sebagai harapan masa depan bangsa butuh pemahaman yang benar agar terhindar dari pemahaman menyimpang. Kuliah umum ini diharapkan dapat menghilangkan bibit menyimpang yaitu radikalisme dan terorisme di lingkungan kampus,” jelas Tafdil Husni.

Mengawali kuliah umum, Kepala BNPT menjelaskan bahwa generasi muda dan orang yang berpendidikan tetap memiliki potensi yang tinggi untuk terpapar radikalisme bahkan terorisme. Hal tersebut diperburuk dengan penyalahgunaan media sosial dan internet, dimana konten dan ajakan radikal masif diluncurkan oleh kelompok radikal.

Kuliah umum tersebut dibawakan oleh Prof. Dr. Ir. Reni Mayerni selaku moderator. Suhardi Alius mengingatkan seluruh peserta untuk memperhatikan dan mengingatkan sekelilingnya akan bahaya radikalisme. Bahkan Suhardi dengan tegas mengajak mahasiswa untuk melaporkan apabila melihat teman atau dosen yang memiliki penyimpangan ideologi ke arah radikal terorisme.

“Metode yang digunakan oleh teroris saat ini, marak melalui internet, coba tanya diri sendiri berapa lama kita main gadget dalam sehari? Untuk berselancar kita harus pintar memilah informasi agar pandai dalam menangkal konten radikal,” ujar Kepala BNPT.

Pada akhir kuliah umum, civitas akademika wajib memiliki sense of crisis dan naluri kebangsaan dalam menghadapi gelombang infiltrasi radikalisme dan terorisme. Kegiatan yang diikuti ratusan mahasiswa-mahasiswi ini diakhiri dengan sesi foto bersama dan pertukaran cinderamata antara BNPT dan Universitas Andalas.