Jakarta – Membekali generasi muda dari ancaman infiltrasi radikalisme dan terorisme bukanlah hal yang mudah. Selain sebagai salah satu target utama kelompok radikal, kalangan terdidik muda seperti pelajar dan mahasiswa memiliki kerentanan untuk dipengaruhi. Mengingat hal tersebut, kali ini Kepala BNPT memberikan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi terbaik, Universitas Indonesia.

Bertempat di Balairung Universitas Indonesia, Kampus Depok, pembekalan dimulai sejak pagi pada Jumat (24/8). Hadir menjawab undangan dari Rektor Universitas Indonesia Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis M.Met, Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. hadir memberikan pencerahan pada salah satu rangkaian Kegiatan Awal Mahasiswa Baru(KAMABA) 2018/2019. Mendukung Tema Kegiatan KAMABA 2018/2019 yaitu “Melalui KAMABA, Kita Bangun Karakter Kebangsaan melalui Nilai-nilai Universitas Indonesia serta Bijak Bermedia Sosial”, Kuliah Umum BNPT mengangkat topik “Upaya Pencegahan Radikalisme dalam Rangka Menjaga Kebinekaan dan Keutuhan NKRI”.

Di hadapan ribuan mahasiswa baru, Kepala BNPT mengajak para mahasiswa untuk memiliki kepekaan terhadap lingkungan sekitar. Selain itu para mahasiswa diminta untuk mengasah kemampuan kritis dalam menghadapi pemahaman-pemahaman menyimpang dan radikalisme yang berbunyi intoleransi, anti NKRI,anti Pancasila serta pemahaman takfiri. Kepekaan dan kemampuan kritis itu menurutnya perlu pula di terapkan dalam berselancar di dunia maya.

“Adik-adik perlu memahami bahwa gadget dan platform berbagai sosial media yang kalian miliki itu sudah diinfiltrasi oleh kelompok radikal. Dengan kepekaan dan kemampuan kritis itu kalian dapat mengidentifikasi, dan untuk melawan serta mempertahankan diri, berpeganganlah dengan nilai-nilai kebangsaan, Pancasila, dan kearifan lokal, ini bekal dasar kalian,” ujar Kepala BNPT.

Hal ini dikatakannya bukan hanya untuk mampu menjaga generasi muda dari terorisme dan radikalisme melainkan ancaman-ancaman lainnya. Di hadapan jajaran pimpinan UI dan ribuan mahasiswa baru, Kepala BNPT meminta untuk tidak memandang sebelah mata perihal radikalisme dan terorisme.

“Ini masalah yang serius dan ada di sekitar kita. Jadi kepada adik-adik mahasiswa, bekali diri kalian dengan nilai kebangsaan, kalian harus memiliki daya tangkal dan ketahanan untuk menghadapi tantangan global yang ada di tengah kalian,” ujar Kepala BNPT.

Ditemui usai kegiatan, Rektor UI mengatakan tujuan mengundang Kepala BNPT dalam rangkaian Kegiatan Awal Mahasiswa Baru adalah untuk memotivasi anak didik. Menurutnya, mahasiswa sebagai agen perubahan dan calon pemimpin masa depan menerima pencegahan sedini mungkin. Menurutnya, pendidikan merupakan salah satu pembekalan vital bagi generasi muda dalam menghadapi gelombang tantangan radikalisme.

“Dari kami (Universitas Indonesia) sudah ada berbagai upaya seperti mata kuliah kepribadian, kegiatan K2N, forum-forum keberagaman dan lainnya. Jadi pembekalan seperti ini diharapkan dapat memperkuat pertahanan mereka dengan menggunakan pendidikan, nilai-nilai kebangsaan, kita harapkan mereka bisa jadi agen pencegah juga,” ujar Rektor UI.