Jakarta – Unit Kerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) melakukan Penandatanganan Perjanjian Kerja Sama dengan Badan Intelijen Strategis TNI (BAIS TNI) tentang Penanggulangan Terorisme. Acara ini dilaksanakan di Ruang Rapat Gedung Pimpinan Mako BAIS TNI, Jakarta (13/2/2019) dan dihadiri oleh Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H.

Acara penandatanganan ini merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman antara Kepala BNPT dengan Panglima TNI, Nomor HK.02.00/21/2018 dan Nomor Kerma/40/X/2018 tentang Penanggulangan Terorisme pada tanggal 29 Oktober 2018.

Selaku Pihak Pertama yang menandatangani Perjanjian Kerja Sama ini adalah Kepala BAIS TNI, Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranatakusumah, M.A. Sementara itu Unit Kerja BNPT selaku Pihak Kedua terdiri dari Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhaman Lubis, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Inspektur Jenderal Polisi Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum. dan Plt. Deputi Bidang Kerja Sama Internasional, Brigjen TNI Yuniar Ludfi.

Ditandatanganinya perjanjian kerja sama ini bermaksud untuk menjadi landasan sinergisitas dalam melaksanakan tugas dan fungsi masing-masing institusi mengenai penanggulangan terorisme. Adapun tujuannya adalah untuk mewujudkan sinergisitas dan optimalisasi kegiatan BNPT dan BAIS TNI meliputi kerja sama penanggulangan terorisme di dalam dan luar negeri. Hal ini dilaksanakan melalui optimalisasi tugas dan fungsi masing masing institusi.

Marsekal Muda TNI Kisenda Wiranatakusumah, M.A. selaku Kepala Badan Intelijen Strategis TNI membuka acara dengan memberikan sambutan, “Perjanjian Kerja Sama ini merupakan momentum untuk meningkatkan sinergi antar lembaga sebagai komitmen bersama untuk memberikan pengabdian yang terbaik bagi bangsa dan negara”.

Beliau menegaskan bahwa ancaman terorisme dapat menjadi ancaman bagi kedaulatan Indonesia. Terorisme merupakan kejahatan lintas negara yang terorganisir dan berkembang masif yang memiliki sumber dana internasional. Dimulainya kerja sama antara BNPT dan BAIS TNI merupakan sebuah komitmen membangun integritas kerja sama yang kuat dalam rangka penanggulangan terorisme.

Kepala BAIS TNI berharap implementasi objek perjanjian dapat segera dioperasionalkan dan dapat dikembangkan lebih lanjut tidak hanya berupa teknis namun juga substansi yang lebih strategis. Diperlukan koordinasi dan dukungan dari stakeholder di tataran operasional untuk optimalisasi perjanjian.

Sebelum memulai prosesi Penandatangan Kerja Sama, Kepala BNPT terlebih dahulu memberikan paparan di hadapan 135 orang tamu undangan yang hadir. Dalam paparannya Kepala BNPT mengingatkan bahwa di era kemajuan teknologi yang sangat maju apalagi dengan adanya big data dan fintech sekarang ini, BAIS TNI punya peranpenting dan harus memiliki sense of crisis yang implikasinya terukur. Nalar dan analisis kebangsaannya harus kuat serta peka terhadap perubahan.

“Demi memaksimalkan sinergisitas untuk penanggulangan terorisme, kita harus menghilangkan ego sektoral. Jika terpolarisasi, maka tidak akan bersatu menghadapi gangguan yang harus dihadapi. Ada tugas yang ternyata besar untuk menghadapi fenomena penuh interaksi dan interkoneksi sekarang ini,” lanjutnya.

Kepala BNPT juga menyampaikan bahwa perjanjian ini merupakan salah satu bentuk kesediaan tiap instansi untuk berperan dan berkontribusi melawan ancaman terorisme. Terlebih lagi untuk menguatkan komitmen dan sinergisitas dengan TNI untuk memutus mata rantai terorisme dan radikalisme.