Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., menyambut kedatangan Duta Besar Irak, H.E. Abdullah Hassan Salih, di salah satu Kantor Kementerian kawasan Jakarta Pusat, pada Senin (14/8/17) pagi. Kunjungan Dubes Irak ke BNPT merupakan kali pertama, yang bertujuan mengajak kerjasama antara Indonesia – Irak mengingat ancaman terorisme dan radikalisme di kedua negara yang semakin mengkhawatirkan.

Kepala BNPT sepakat untuk menjalin kerjasama internasional ini, diharapkan keduanya saling bersinergi dalam menanggulangi terorisme dan radikalisme yang kian menjadi ancaman global seluruh dunia.

“Kondisi terorisme di Indonesia dan Irak cukup penting, kita sepakat untuk menjalin kerjasama,” tegas Suhardi Alius.

Semakin luasnya jaringan ISIS di kedua negara menjadi alasannya menjalin kerjasama. Dubes Irak mengusulkan bentuk kerjasama dalam pertukaran informasi, pelatihan dan kunjungan.

“Kerjasama Indonesia – Irak akan dilakukan untuk kedepannya, dan akan dipersiapkan dalam bentuk pertukaran informasi, pelatihan, dan kunjungan,” ujar Abdullah Hassan Salih.

Alumni Akpol tahun 1985 ini  menegaskan BNPT telah melakukan beberapa langkah untuk bisa memerangi terorisme dan radikalisme, salah satunya kerjasama antar negara-negara dan proses deradikalisasi.

Kepala BNPT berharap kerjasama dengan Irak nantinya akan menjadi keberhasilan ke depan dalam memberantas jaringan ISIS di berbagai elemen masyarakat.

Selanjutnya dengan adanya pertemuan tersebut, pria yang pernah menjadi Wakapolda Metro Jaya ini mengatakan akan secara serius untuk menjalin kerjasama dengan Irak dalam memerangi masalah terorisme tersebut.

Pertemuan tersebut dihadiri Deputi Bidang Kerjasama Internasional BNPT, Irjen Pol. Drs. Hamidin dan Direktur Bilateral Kerjasama Internasional, Brigjen. Pol. Drs. Budiono Sandi.