Manila – Saat ini negara di dunia menghadapi persoalan yang sama, yaitu ancaman terorisme yang semakin mendesak khususnya pascaruntuhnya ISIS. Terorisme sebagai kejahatan serius yang sifatnya lintas negara, tentunya memerlukan kerja sama kolektif antarnegara untuk menanganinya karena jika dibiarkan, keamanan dunia yang dipertaruhkan. BNPT menyadari bahwa peran penanggulangan terorisme di dalam negeri tidak cukup, kerja sama internasional terus diinisiasi oleh BNPT melalui kerja sama dengan negara-negara sahabat, sebagai salah satu upaya Indonesia menciptakan perdamaian dunia.

Masih dalam rangka kunjungan kerja ke Filipina, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen. Pol.  Suhardi Alius, M.H., didampingi oleh Deputi Kerjasama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, Direktur Kerja Sama Bilateral BNPT, Brigjen Pol. Drs. Kris Erlangga A.W., dan Direktur Perangkat Hukum Internasional BNPT, Brigjen TNI (Mar) Yuniar Ludfi beserta staf, melaksanakan kunjungan kerja ke Manila, Filipina, dalam rangka penandatanganan Protocol Amending the Memorandum of Understanding on Combating International Terrorism antara Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Republik Indonesia dengan Anti Terrorism Council Republik Filipina.

Penandatanganan ini dilaksanakan pada hari Selasa (12/11) bertempat di Kalayaan Hall Istana Kepresidenan Filipina Malacanang, Manila. Dari pihak Filipina, penandatanganan dilakukan oleh Mr. Hermogenes C. Esperon Jr, National Security Advisor/Director General of National Security Council. Draft dari Protokol ini telah disetujui oleh delegasi kedua negara pada pertemuan The 3rd Joint Working Group on Combating International Terrorism, yang sebelumnya dilaksanakan pada tanggal 5 September 2019 di Surabaya, Jawa Timur. 

Dalam sambutannya sesaat sebelum penandatanganan Protokol, Komjen Pol. Suhardi Alius, M.H., menyampaikan bahwa momen penandatanganan Protokol ini sangat tepat, mengingat saat ini kedua negara sedang menghadapi perubahan taktik and strategi dari musuh bersama kita, yaitu terorisme internasional. Penandatanganan ini merupakan bentuk komitmen kuat kedua  negara dalam menanggulangi terorisme. Di samping itu, hal ini juga menunjukkan hubungan erat antara kedua negara dalam upaya mencegah dan memerangi terorisme, sebagai kesadaran dan tanggung jawab bersama. 

Kedua pihak juga telah menyepakati untuk segera mengambil langkah nyata dalam mengimplementasikan Protokol ini, dan berharap bahwa Protokol ini akan membawa kedamaian, keamanan dan situasi yang kondusif bagi kedua negara juga dunia.