BNPT Terima Kunjungan 63 Mahasiswa UNS

0
95

Sentul – Sebanyak 63 Mahasiswa Fakultas Ilmu Keguruan dan Pendidikan, Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Jawa Tengah melakukan kunjungan kerja lapangan ke Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) untuk mengenal tugas dan fungsi dari BNPT dalam menangani dan mencegah aksi radikalisme dan terorisme. Kegiatan ini berlangsung di Auditorium Gedung B pada Selasa (10/10/2017) pagi, yang disambut oleh Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E dan Kepala Bagian Hukum dan Humas BNPT, Pudiastuti Citra Adi, SH, MH.

Dalam paparannya, Direktur Pencegahan memberikan penjelasan terkait bagaimana mulanya BNPT terbentuk. Berdasarkan Peraturan Presiden (Pepres) Nomor 46 tahun 2010 tentang pembentukan BNPT yang ditandatangani oleh Presiden pada tanggal 16 Juli 2010.

“Sampai tahun 2010 aksi terorisme tidak berhenti, sehingga pemerintah juga membuat strategi penanggulangan terorisme dengan menitikberatkan pada pencegahan sehingga akhirnya dibentuklah BNPT, yang fokus di bidang pencegahan dalam bentuk kontra radikal dan deradikalisasi,” kata Hamli.

Mantan Analis Utama Densus 88 Antiteror Mabes Polri, menegaskan upaya BNPT dalam penanggulangan terorisme dengan melakukan pendekatan keras (hard approach) dan pendekatan lunak (soft approach).

“Upaya yang kini tengah dilakukan yakni pendekatan lunak dengan melakukan pendekatan kepada masyarakat yang sudah terkena paham radikal maupun yang belum kena. Jika sudah kena paham radikal namanya radikalisasi, apabila belum kena paham radikal dinamakan kontra radikal,” ujarnya.

Menurutnya paham radikalisme itu terdiri dari 3 dimensi yaitu pemikiran, sikap, dan behaviour.

Selain memberikan pemaparan, Hamli juga membuka sesi tanya jawab untuk para mahasiwa UNS. Selanjutnya kunjungan ini diakhiri dengan penukaran plakat antara BNPT dan UNS.

Hasil dari kunjungan ini diharapkan mampu mengajak mahasiswa bersama-sama mencegah terorisme yang berkembang di kampus, karena perguruan tinggi dinilai rentan disusupi oleh paham-paham radikal.