Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme mendukung penuh visi pemerintah untuk mendorong pembangunan Sumber Daya Manusia yang unggul demi mewujudkan Indonesia Maju. Peningkatan kualitas SDM tersebut kemudian utamanya harus dapat menunjang program-program pemerintah. Perlu dilakukan pembinaan di masing-masing instansi, untuk itu diselenggarakan Diseminasi Peraturan Kepegawaian Bagi CPNS BNPT Hasil Seleksi Tahun 2018 bertempat di Hotel Aston Marina, Jakarta (15/11).

Kepala Biro Umum BNPT, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, mengawali acara dengan memberikan arahan kepada para peserta akan pentingnya meningkatkan kemampuan ilmu pengetahuan untuk menunjang kinerja agar optimal. Karoum BNPT memberikan motivasi para CPNS untuk terus bersaing secara sehat apalagi dalam menghadapi perluasan SOTK di lingkungan BNPT maupun transformasi jabatan struktural ke fungsional untuk memangkas birokrasi.

“Saat ini jaman sudah berbeda, jadi sistem merit ini sangat penting bagi ASN. Untuk masuk jabatan lebih tinggi, harus ada kompetensi. Mereka harus cocok dengan jabatan tersebut, dengan kata lain menempatkan orang sesuai dengan kemampuannya. Kita berharap di lingkungan BNPT kita berlakukan secara tegas seperti itu. Mereka yang berangkat dari pelaksana ke tingkatan berikutnya ilmu pengetahuan sudah paham kompetensi yang memadai, begitu banyak hal yang bisa dilakukan,” ungkap Kepala Biro Umum BNPT saat menjelaskan terkait pentingnya meningkatkan kompetensi bagi ASN.

Dalam panel diskusi sesi pertama, Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian Badan Kepegawaian Negara (BKN), Drs. Haryomo Dwi Putranto, M.Hum., menjadi narasumber untuk menjelaskan materi mengenai penerapan PP Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin Pegawai Negeri Sipil. Membangun sistem kedisiplinan salah satunya melalui penilaian kinerja merupakan salah satu upaya untuk membentuk ASN yang unggul, handal dan profesional.

”Kita ingin setiap hari, setiap minggu dan setiap bulan di evaluasi kinerja. Bahkan BKN sudah membuat penilaian secara harian, daily evaluation system, bagi para atasan untuk menilai kinerja bawahannya. Jika ada pegawai yang kinerjanya tidak bagus, maka menjadi kewajiban atasan untuk mengevaluasinya. Harus ada treatment, jangan ada unsur pembiaran,” ungkap Deputi Bidang Pembinaan Manajemen Kepegawaian BKN.

Paparan selanjutnya terkait Pembinaan Jabatan Fungsional dan Jabatan Pelaksana Menuju ASN yang Profesional Melalui Sistem Merit dibawakan oleh Direktur ASN BKN, Dadi Mulyadi, S.Ap., M.A., dan Eva Fadella selaku Kasi Pengolahan Jabatan ASN Unit Pendidikan dan Sosial Budaya BKN.

Di sesi kedua panel, Kepala Pusat Penilaian Kompetensi ASN BKN, Christina Nailiu, M.Psi., kemudian berbagi materi terkait pemetaan dan asesmen yang dilakukan untuk menentukan jenjang karier ASN. Dimana saat ini pengelolaannya harus berdasarkan sistem merit yang mencakup tiga komponen utama yaitu kualifikasi, kompetensi dan kinerja. Hal ini tidak lain dapat menghindari terjadinya korupsi, kolusi maupun nepotisme di lingkungan ASN. Diharapkan dengan manajemen ASN yang berbasis sistem merit ini, pertimbangan utama penilaian adalah kinerja yang baik. Pengelolaan ASN juga menimbang bahwa ASN harus netral dan tidak boleh memiliki keberpihakan politik.

“Perlu diperkenalkan sejak awal, bahwa PNS diharapkan memiliki tiga kompetensi yaitu kemampuan manajerial, sosio-kultural dan teknis. Knowledge, skill, dan attitude juga perlu dimiliki pegawai. Kadang dianggap kurang attitude-nya, tetap kita harus arahkan, attitude seperti apa yang dibutuhkan oleh birokrasi di jaman milenial seperti sekarang ini. Harapannya, jangan hanya bergantung kepada bagian kepegawaian di kantor saja, mereka juga harus memiliki inisiatif untuk melakukan self development, pengembangan diri,” ungkap Christina Nailiu, M.Psi.

Selanjutnya, karena salah satu cara mengembangkan kompetensi dapat melalui pendidikan, oleh karena itu dihadirkan pembicara dari LPDP yaitu Rumtini, Ph.D., selaku Kepala Divisi Rekrutmen dan Seleksi LPDP menjelaskan persyaratan pendaftaran bagi PNS, tahapan dan proses seleksi, komponen pendanaan yang akan di tanggung. Selain materi terkait peningkatan kompetensi dan kesempatan menempuh pendidikan lanjut dengan beasiswa LPDP, para abdi negara ini diberikan pembekalan oleh Surya Mustafa, Kepala Bidang Layanan dan Manfaat P.T. Taspen Persero.Para ASN diajak untuk lebih bijaksana dan terencana dalam mengelola finansial jangka panjang khususnya tabungan dan asuransi pensiun.

Serangkaian acara kemudian ditutup oleh arahan dari Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi yang memberikan arahan terkait bagaimana menata karier para ASN kedepannya sejak awal dengan menerapkan kebiasaan untuk disiplin. Para CPNS juga diarahkan untuk berlomba-lomba melakukan jihad yg positif dengan tetap menempuh pendidikan akademis maupun melalui diklat pelatihan maupun kepemimpinan.

“Karier anda kedepan dimulai dari sekarang. Ingat, dalam foundation of airmen, disiplin menjadi aspek paling bawah, sementara di paling atas adalah skill dan proficiency. Disiplin menopang pilar-pilar lain ketika bekerja. Kompetensi adalah isi kepala anda, karakter adalah isi hati anda. Intinya kita mendukung penuh visi Presiden yaitu SDM Unggul Indonesia Maju.” tutup Sestama BNPT.