Jakarta – Terorisme adalah tantangan skala gobal yang dihadapi oleh banyak negara. Karenanya, kerjasama internasional dan pertukaran informasi antar negara adalah langkah ekstensif untuk dapat menanggulangi terorisme.

Dalam rangka meluaskan kerjasama antar negara, Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., menyambut kedatangan Chief Executive Officer Yayasan GMM (the Global Movement of Moderates Foundation), Dr. Nasharudin Mat Isa, di salah satu gedung bilangan Jakarta, Kamis siang (10/10/2017).

Pertemuan ini sebagai bentuk perkenalan dalam menjajaki kerjasama antara GMMF dan BNPT, khususnya untuk memerangi kejahatan ekstremis dan terorisme. Menurut Dr. Nasharudin Mat Isa, Indonesia dapat menjadi panutan dan dalam hal ini BNPT adalah lembaga yang tepat untuk diajak bekerjasama.

“Indonesia itu negara yang warganya mayoritas muslim, namun keberagaman beragama dijunjung tinggi, penduduknya bebas dalam menganut agama, baik sekali peaceful coexistence-nya. Kami ingin Indonesia bisa berbagi dalam diskusi meja bundar yang akan kami selenggarakan,” tukas Chief Executive Officer GMMF tersebut.

Ektremisme dan soft measure approaches juga menjadi salah satu perbincangan pertemuan. Pihak GMMF mengatakan bahwa Indonesia memiliki soft approach yang bisa menjadi contoh. “Di Filipina bagian selatan sedang diterapkan pendekatan semacam ini,” tambahnya.

Mantan Kepala Divisi Humas Polri tersebut menyambut ajakan kerjasama ini. Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. mengatakan bahwa kerjasama yang selama ini BNPT lakukan umumnya berbentuk MoU, seminar, workshop dsb. “Penyesuaian isu antar negara menjadi pembelajaran bagi masing-masing pihak agar dapat membentengi negara dari berbagai bentuk terorisme dan radikalisme,” ungkapnya.