Jakarta – Tuntas sudah rangkaian penjurian untuk lomba video pendek BNPT 2017. Setelah sebelumnya tim juri berhasil menyaring 32 video terbaik dari 517 karya yang masuk, kali ini 10 terbaik berhasil ditetapkan.

“Semua karya kami anggap baik dan tentu harus ada yang ditetapkan sebagai yang terbaik untuk menjadi pemenangnya,” kata ketua tim juri, Sutjiati Eka Tjandra di Jakarta, Selasa (21/11/2017).  Selain Tjandra, ada 4 nama lain yang masuk ke dalam tim juri, yaitu Ratrikala Bhre Aditya, Swastika Nohara, Dyah Kusumawati dan Prisia Nasution.

Seperti disampaikan dalam kesempatan penjurian sebelumnya, Tjandra mengungkapkan pihaknya menggunakan tiga dasar penilaian, yaitu kesesuaian isi karya dengan tema, daya gugah karya terhadap upaya pencegahan paham radikal terorisme dan tehnik pengerjaan.

“Kami tim juri sangat mengapresiasi karya peserta. Bisa kami nilai lebih baik dibandingkan karya yang masuk pada lomba tahun lalu, yang mana pengetahuan  adik-adik pelajar terus mengalami peningkatan,” tambah Tjandra.

Video apa saja dan dari sekolah mana yang masuk 10 besar karya terbaik? Ini daftarnya:

1. Sang Saka dari SMAN 4 Pontianak
2. Di Bawah Sayap Pancasila dari SMK Muhammadiyah 1 Playen
3. Kibaran dari SMA 8 Banda Aceh
4. Tekor dari SMK Budi Mulia 2 Yogyakarta
5. Hormat Bendera dari SMKN 3 Ternate
6. Kebenaran Yang Terjadi dari SMAN 1 Liwa, Lampung
7. Bendera Getah Getih dari SMAN 1 Pacitan
8. Paku Merah Putih dari MAN 2 Probolinggo
9. Pusaka Simbah dari SMKN 1 Krismantoro
10. Distorsi dari SMAN 2 Madiun

Staf Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Fachrudin, mengatakan urutan 10 video terbaik  tersebut bukan hasil final untuk masing-masing kategori, yaitu video terbaik, cerita terbaik dan video terfavorit. Pihaknya masih akan melaksanakan proses penentuan juara melalui presentasi perwakilan finalis di Yogyakarta pada tanggal 5 – 7 Desember mendatang.

“Mereka yang videonya masuk sepuluh besar adalah yang berhak berangkat ke Yogyakarta. Di sana mereka akan kami minta mempresentasikan perihal videonya, dan dari itulah kami tetapkan siapa-siapa juaranya di masing-masing kategori,” jelas Fachrudin.

Panitia lomba, lanjut Fachrudin, akan menghubungi kesepuluh finalis terkait teknis kebenarngkatan ke Yogyakarta.

“Kami sampaikan di awal, mereka yang ke Yogyakarta wajib membawa kamera, laptop, surat keterangan sekolah serta Kartu Tanda Pelajar asli dan materi presentasi video dalam file power point,” ujar Fachrudin.

Sementara Kepala Sub Direktorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Dr. Hj. Andi Intang Dulung, M.H.I., menyampaikan ucapan selamat kepada para pemenang. Tak lupa dia juga memberikan apresiasi kepada peserta yang karyanya belum beruntung ditetapkan sebagai pemenang.

“Kepada anak-anak pelajar tetap semangat berkarya. Kemauan kalian membuat video bertemakan nasionalisme adalah wujud keikutsertaan nyata dalam memerangi paham radikal terorisme,” pungkas Andi Intang. [shk/shk]