Sentul – Rabu (9/5/2018) siang bertempat di Gedung C, Kantor Badan Nasional Penanggulangan Terorisme Sentul, Bogor telah berlangsung acara serah terima jabatan dan pisah sambut Kepala Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Khusus Kelas IIB Sentul. Dannie Firmansyah, A.Md.IP., S.Sos., M.H., yang sebelumnya menjabat Kalapas Khusus Sentul II B secara resmi digantikan oleh Sapto Winarno, Bc.IP., S.H., M.H, yang sebelumnya menjabat Kalapas Kelas IIB Meulaboh, Aceh Barat.

Acara ini dihadiri oleh pejabat dari BNPT diantaranya Kepala Biro Umum BNPT, Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, Direktur Deradikalisasi Prof. Dr. Irfan Idris, M.A., Kabag Rumga Rachmat Surawibawa, S.Sos, dan Kasubdit Bina Dalam Pemasyarakatan Khusus Terorisme Kolonel Mar. Andy Prasetyo juga diikuti pejabat Lapas Khusus Kelas II B Sentul.

Setelah resmi menjadi Kalapas Khusus Sentul IIB baru, Sapto Winarno memberikan sambutannya dengan mengatakan jabatan yang diemban kini menjadi amanah baru khususnya menjadi pengalaman pertama dalam membina para narapidana terorisme (napiter).

“Kami akan lebih insentif lagi untuk menjalin kerjasama lagi dengan semua pihak.  Pembinaan teroris mengedepankan humanis dan tidak melupakan pengamanan itu sendiri akan kami lakukan,” ucap Kalapas Khusus Sentul IIB baru.

Beliau mengaku napiter itu perlu pengamanan yang luar biasa dan pembinaannya cukup sulit walaupun dengan cara mengikuti napiter dalam upacara bendera dan menyanyikan lagu wajib Indonesia raya hal tersebut sudah menjadi luar biasa baginya.

Lebih lanjut, Karoum BNPT juga turut memberikan sambutannya dengan mengenalkan lebih dalam tentang BNPT dan juga pembinaan yang diterapkan BNPT dalam menangani teroris melalui program soft approach.

“Posisi kita ada lapas khusus ini bagian dari program BNPT. Narapiter itu ada 4 level, nah BNPT menangani di level keempat yaitu dengan merubah ideologi yang mereka yakini sebelum kembali ke masyarakat,” ucapnya.

Brigjen TNI Dadang Hendrayudha juga mengucapkan selamat datang untuk Kalapas Khusus Sentul IIB dengan harapan bisa mengemban amanah secara baik.

Demikian, Direktur Deradikalisasi turut mengucapkan selamat kepada Kalapas baru dan bekerjasama dalam melanjutkan tugas di Lapas Khusus Sentul IIB.

“Berkumpul melanjutkan perjuangan kita, karena sejak 2012 itu ada 3 model pembinaan 3 model manajemen antara pegawai lapas dan dirjen pass. Pembinaan kemandirian dan pembinaan kepribadian bagaimana merubah mindset mereka. Akar masalah teroris itu karena gagal paham, pendidikan merasa tidak adil, “ tutup Prof Irfan Idris.