Jakarta – Kerja sama antar negara dalam penanggulangan terorisme yang komprehensif di antaranya bersifat aplikatif dan dapat diterapkan. Peningkatan keamanan sebagai salah satu upaya penanggulangan terorisme terus menjadi perhatian, mengikuti perkembangan teknologi. Mengetahui hal tersebut, Kepala BNPT hadir dalam kerja sama BNPT dan pemerintah Jepang dalam penyelenggaraan ASEAN-Japan workshop.

Bertempat di Ruang Semeru Hotel Sultan Jakarta, Workshop dibuka pada Rabu(19/9) sejak pagi. Workshop ASEAN-Japan tersebut bertujuan untuk mendorong penggunaan teknologi Biometrik demi kemajuan peningkatan keamanan. Dalam workshop ini Kepolisian Republik Indonesia dan BNPT menjadi fasilitator dalam mengoperasikan sistem biometrik tersebut.

Dalam Workhsop ini Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius MH didampingi oleh Direktur Kerja Sama Regional & Multilateral Andhika Krisnayudhanto dan Direktur Kerja Sama Bilateral Brigjen Pol. Kris Erlangga. Utusan pemerintahan Jepang dipimpin oleh Duta Besar Jepang untuk Indonesia H.E. MR. Masafumi ISHII. Workshop diikuti oleh 50 peserta dari seluruh negara ASEAN.

Workshop bertujuan untuk memperkenalkan dan melatih para petugas keamanan, imigrasi, bandara dan penerbangan negara-negara ASEAN mengenai penggunaan sistem keamanan biometrik yang terdiri dari sistem pengenalan wajah (face recognition) dan sistem deteksi tingkah laku (behavior detection system).

Membuka kegiatan, Kepala BNPT menyampaikan sambutannya bagi para peserta workhsop. Mantan Sestama Lemhanas tersebut menyampaikan apresiasi pada para peserta dari negara-negara ASEAN yang telah hadir pada workshop.

Apresiasi juga secara khusus disampaikan kepada Pemerintah Jepang yang telah membantu menyukseskan penyelenggaraan Asian Games dan penyelenggaraan workshop biometrik.

“Tahun lalu pemerintahan Jepang mengontribusikan seperangkat alat sistem biometrik untuk membantu Indonesia di acara besar seperti Asian Games XVIII kemarin,” ujar Drs. Suhardi Alius.

Kepala BNPT mendorong negara-negara ASEAN menggunakan sistem biometrik tersebut yang sangat bermanfaat dalam menjaga keamanan di masing-masing negara dan kawasan. Pernyataan tersebut didukung dengan pengalaman dan praktik penggunaan sistem keamanan biometrik bantuan Jepang pada saat penyelenggaraan Asian Games XVIII 2018 di Jakarta dan Palembang. Sistem tersebut dipasang di Gelora Bung Karno Jakarta.

“Pemanfaatan sistem biometrik ini cukup berperan penting dalam penyelenggaraan dan peningkatan keamanan Asian Games XVIII 2018, khususnya di area Gelora Bung Karno,” ujar Kepala BNPT.

Workshop ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut SOMTC – Japan Workplan for Cooperation to Combat Terrorism and Transnational Crime (2015-2017), bentuk kerjasama ASEAN – Jepang dibidang penanggulangan terorisme.