Sukabumi – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, MH., hadir sebagai pembicara dalam kegiatan pembekalan terhadap peserta didik SIP Angkatan ke-46 Tahun Ajaran 2017 di Auditorium Sekolah Tinggi Pembentukan Perwira (SETUKPA) Polri, Sukabumi, Jawa Barat pada Rabu (20/09/2017) pagi.

Kepala BNPT mengisi pembekalan yang bertajuk Resonansi Kebangsaan Pencegahan Radikalisme dengan diikuti sebanyak 104 siswa SETUKPA Polri.
Dalam paparannya mantan Kapolres Depok ini meminta para siswa untuk cinta terhadap NKRI dan jangan melupakan sejarah Indonesia.

“Perlu saya ingatkan untuk kalian akan menjadi pemimpin masa depan, kita jaga bangsa ini dengan baik dan cintai NKRI, jangan lupakan sejarah Indonesia,” ujar Kepala BNPT dalam paparannya.

Mantan Kabareskrim ini juga menyakini para calon perwira, agar waspada terhadap radikalisme, karena radikal bisa terjadi kepada siapa saja bahkan anggota polisi pun menjadi sasaran.

“Radikalisme itu bisa terjadi kepada siapa saja, kita harus perkuat knowledge dan skill, serta jadikan moral sebagai pondasinya, ” tukas Suhardi.

Alumni Akpol 1985  menjelaskan paham radikal itu bisa terjadi melalui dunia maya yang kini sasarannya kepada generasi muda dan perempuan. Selain itu juga mengatakan bahwa kelompok ISIS dan Al-Qaeda merupakan kelompok teroris tingkat dunia.

“Media jadi senjata signifikan bagi para terorisme, dan juga merupakan alat politik dan alat propaganda untuk mereka merekrut ke jaringannya, ” tegasnya.

Di akhir materi pembekalan mantan Kadiv Humas Polri mengingatkan kepada peserta didik SIP untuk tetap memegang teguh idealisme dan berharap semua lulusan SETUKPA Polri ini bisa mengambil keputusan dengan tepat dan bermanfaat.