Yogyakarta – Mahasiswa merupakan generasi unggul sebagai motor keilmuan untuk bangsa Indonesia, sehingga mahasiswa dituntut mempunyai jiwa kepemimpinan dan nasionalisme. Terkait hal tersebut, Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs Suhardi Alius, M. H., sebagai pembicara dalam Kuliah Umum dan Orientasi Ke-UGM-an Mahasiswa Baru Program Pascasarjana UGM Tahun Ajaran 2017/2018 dan 2018/2019.

Pada Selasa (25/9/2018) bertempat di Auditorium Graha Sabha, UGM Yogyakarta Kepala BNPT memberikan kuliah umum terkait resonansi kebangsaan dan bahaya radikal terorisme di hadapan 3.464 mahasiswa baru program pascasarjana. Dalam paparannya Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H, mengatakan para mahasiswa harus siap dan mampu menangkis pengaruh globalisasi yang dapat mengubah nilai.

“Rekan-rekan itu seperti matahari yang sedang menyingsing siap menghadapi globalisasi, kalo kita tidak bisa menghadapinya kita akan dilindas oleh globalisasi, ” ujar Suhardi Alius.

Menurutnya mahasiswa juga diwajibkan mempunyai kewaspadaan nasional, karena radikal terorisme kini bisa muncul dari mana saja salah satunya dari kampus. Lebih lanjut, mantan Sestama Lemhanas RI menjelaskan 4 poin radikal terorisme yang perlu diwaspadai di lingkungan sekitar.

“Yang dimaksud radikal terorisme di sini jika mahasiswa atau di lingkungan kita sudah intoleransi, anti pancasila, anti NKRI, dan penyebaran paham takfiri, hal ini yang perlu kita waspadai karena mereka sudah terkena paham radikal terorisme , “ujar Kepala BNPT.

Sementara itu, Alumni Akpol 1985 menjelaskan perbedaan kelompok Al – Qaeda yang menganggap Amerika dan sekutunya adalah musuh tetapi kelompok ISIS menganggap semua orang itu musuh kalau itu bukan dari kelompoknya. Tahapan dari radikal terorisme di antaranya pra radikalisasi yaitu proses awal radikalisasi individu sebelum menjadi garis keras, Identifikasi diri yaitu individu mulai dimasuki ideologi radikal terorisme, Indoktrinasi mulai meyakini bahwa tindakan jihad dibenarkan untuk mewujudkan tujuan kelompok tersebut, terlahir kembali yaitu individu memasuki eksekutor teror.

Kepala BNPT mengatakan dirinya ini merupakan kedua kalinya memberikan kuliah umum di UGM dan ia juga mengucapkan terima kasih terhadap pihak UGM telah mengundang untuk memberikan Kuliah Umum di hadapan mahasiswa pascasarjana.

“Saya diundang rektor UGM, saya sebagai Almamater mendapat kehormatan untuk bisa bicara memberikan sharing dalam menghadapi era globalisasi jangan sampai tercemari paham-paham radikal terorisme . Bagaimana kita juga mencegah dan menangkal radikal terorisme yang menyusupi generasi penerus bangsa, “ucap Suhardi Alius.

Rektor UGM, Panut Mulyono berharap dengan mengundang Kepala BNPT untuk memberikan kuliah umum ini dapat membakar semangat nasionalisme dan juga memberikan pemahaman dan pembekalan terhadap mahasiswa baru pascasarjana untuk bisa mencegah dan menanggulangi radikal terorisme di Indonesia.

“Kami mengundang Kepala BNPT sebagai alumni potensial yang luar biasa untuk menanggulangi terorisme, merangkul mereka yang mempunyai paham radikal terorisme untuk kita sadarkan. Kuliah umum ini semoga menjadi pemacu mahasiswa dalam meningkatkan jiwa nasionalisme dan juga mampu mengetahui cara mencegah dan menanggulangi radikal terorisme di Indonesia, “ucap Rektor UGM.