Jakarta – Kesalahan dalam memandang dan menerapkan Islam sebagai ajaran agama menyebabkan berkembangnya paham-paham intoleran dan radikal yang berujung pada maraknya aksi kekerasan dan terorisme. Menyadari akan hal itu, Yayasan Lintas Perempuan Nusantara (LPN) mengundang Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., sebagai narasumber dalam acara “Seminar dan Diskusi Islam Rahmatan Lil Alamin antara Ajaran dan Budaya” pada Kamis (5/7/2018) di Ballroom, Pondok Indah Golf Course, Jakarta.

Kepala BNPT memberikan paparannya terkait “Dinamika sosial budaya di timur tengah dan hubungannya dengan intoleransi dan radikalisme yang berkembang di Indonesia”. Lebih lanjut Suhardi Alius mengatakan masalah terorisme adalah masalah intoleransi, masalah anti NKRI dan Pancasila.

“Masalah-masalah intoleran dan anti NKRI dan Pancasila ini harus saya berikan pemahaman, dan perempuan menjadi fondasi bangsa ini, setiap keberhasilan orang-orang itu atas keberhasilan seorang perempuan dan didikan seorang ibu. Untuk itulah pemahaman ideologi dan agama harus ditanamkan sejak dini pada anak.

Lebih lanjut, Suhardi Alius mengajak para peserta yang didominasi para Ibu ini untuk bisa menjaga dan mengontrol anak-anaknya terhadap lingkungan serta dalam bersosial media.

“Ibu-ibu harus bertanggung jawab sebagai orang tuanya untuk menjaga dan mendidik anak, karena kini anak-anak salah satu sasaran terorisme. Ideologi dan watak anak harus kita terapkan bukan hanya knowledge tetapi juga dibarengi dengan agama,” ucap Kepala BNPT.

Selain itu, mantan Sestama Lemhannas RI mengingatkan tak hanya anak muda yang menjadi sasaran cuci otak terorisme namun juga perempuan. Untuk itu para Ibu harus mengetahui bagaimana cara radikalisme dan terorisme bisa menyusup dalam lingkungan sosial, tahapan orang bisa menjadi radikal, dan cara mengatasi untuk menjadi solusinya.

“Para ibu juga sebagai orang tua harus tahu dan mendeteksi paham radikalisme yang menyusup dalam lingkungan sehingga kita juga tahu cara untuk mengatasinya, “ucap Suhardi Alius.

Mantan kabareskrim Polri dalam paparannya menampilkan sejumlah video terkait kekerasan yang dilakukan terhadap terorisme, serta video kinerja BNPT yang dapat mengubah desa terorisme menjadi desa yang cinta NKRI.

Kepala BNPT juga berharap dengan diberikan pemahaman dalam acara seminar dan diskusi ini para perempuan yang juga sebagai ibu dapat mengetahui dan mencegah paham-paham radikalisme yang masuk ke dalam lingkungan kita.

“Mudah-mudahan dengan diberikan pencerahan dan pemahaman tentang bahaya radikalisme dan terorisme bisa menjadi embrio yang bagus bagi kaum perempuan dalam menangkal radikalisme dan mendidik anak, “tutup Suhardi Alius.