Semarang- Taruna Akademi Kepolisian (Akpol) akan menjadi garda terdepan dalam memimpin Polri di masa akan datang, sehingga dibutuhkan jiwa kepemimpinan, profesional, bermoral serta bersih dari paham radikalisme. Menyadari akan hal itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., diundang sebagai pembicara untuk memberikan pembekalan tentang resonansi kebangsaan dan bahaya radikalisme dan terorisme.

Pembekalan materi ini diikuti sebanyak 1.175 taruna dan taruni dari 4 tingkat Akpol di Auditorium Cendekia Akpol Semarang, Jawa Tengah pada Rabu (14/2/2018). Dalam awal paparannya Kepala BNPT menjelaskan peran taruna dan taruni untuk menjadi pemimpin di masa mendatang.

“Kalian akan menjadi pemimpin di masa depan. Kalian jangan cuek, harus punya naluri kebangsaan, peka terhadap lingkungan dan perubahan serta mampu mengkritisi pemimpin tapi dengan cara yang etis,” ujar Suhardi Alius.

Menurutnya hal tersebut merupakan bentuk motivasi dan pegangan untuk para taruna/taruni sebelum terjun langsung ke lapangan. Beliau juga menekankan sikap idealisme penting dipertahankan jika sudah menjadi pemimpin di masa depan.

“Saya memotivasi yang nanti terjadi di lapangan dan akan menjadi pegangan untuk kalian, karena yang didapatkan dari pendidikan Akpol hanya sekian persen saja, sedangkan sisanya yang akan dihadapi di kehidupan nyata akan semakin besar,” ujar Suhardi Alius.

Mantan Kapolda Jawa Barat ini menyatakan bahwa paham radikalisme dan terorisme tidak menutup kemungkinan masuk ke dalam lingkungan Akpol. Dalam paparannya beliau juga menampilkan video terkait kekerasan yang dilakukan oleh kaum radikal.

“Taruna dan taruni harus tahu bagaimana mengenal dan mengidentifikasi bahaya radikalisme, sehingga nanti menghadapinya paham dan tahu apa yang harus dilakukan dalam menjaga keamanan dan ketertiban di masyarakat,” ucapnya.

Selain itu mantan Kadiv Humas Polri juga menegaskan bahwa calon anggota Polri harus cepat dan merespon dalam klarifikasi isu yang terjadi.

“Adik-adik harus cepat dan merespon dalam klarifikasi isu, sehingga bisa menjadi agen pencegahan radikalisme dan terorisme yang mampu memberikan koreksi kontruktif,” tegas Suhardi.

Sambil menutup kuliah umum, Suhardi Alius berharap para calon masa depan Polri ini harus mampu mempertahankan idealismenya jika sudah telah memiliki jabatan.

“Seorang pemimpin harus bisa jadi tauladan dan mampu menjaga kehormatan, menjalankan dengan akhlak dan moral yang baik, dan pertahankan idealisme,” tutup Suhardi.

Gubernur Akpol Semarang, Irjen. Pol. Dr. H. Rycko Amelza Dahniel, M.Si., dalam sambutannya mengucapkan terimakasih dan mengapresiasi Kepala BNPT yang telah hadir memberikan pembekalan kepada Taruna dan Taruni Akpol.

“Terimakasih kepada Kepala BNPT yang sudah memberikan wawasan kebangsaan untuk meningkatkan nasionalisme dan pemahaman tentang radikalisme, agar taruna dan taruni ini disiapkan untuk menjadi pemimpin sekaligus penegak hukum yang baik,” kata Gubernur Akpol Semarang.