Tangerang – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H., secara resmi mengukuhkan 60 anak muda untuk menjadi Duta Damai Dunia Maya Provinsi Banten pada Rabu (25/4/2018). Kegiatan tersebut dilaksanakan di Ballroom Hotel Novotel, Tangerang, Banten. Sebelumnya, para generasi muda tersebut telah diberikan pelatihan di bidang Desain Komunikasi Visual (DKV), Teknologi Informasi (TI) dan menulis (blogger) selama 4 hari melalui program soft approach BNPT yang dinaungi oleh Pusat Media Damai (PMD).

Kepala BNPT menegaskan bahwa pelatihan Duta Damai Banten ini merupakan kegiatan lanjutan yang sudah terselenggara sejak tahun 2016 sampai dengan 2017 lalu. BNPT setidaknya telah menggaet sekitar 660 anak muda dari sejumlah wilayah di Indonesia untuk menyebar pesan perdamaian serta menangkal radikalisme dan terorisme di dunia maya.

“Duta damai dunia maya sebagai modal bagi BNPT untuk menjaga dunia maya dan dunia nyata dari radikalisme. Saya harap mereka bisa menyebarkan konten positif dan damai di dunia maya untuk membangun nasionalisme generasi muda,” tegas Suhardi.

Beliau mengingatkan kepada para Duta Damai selaku agen perubahan untuk bisa menyaring konten sebelum disebarkan melalui dunia maya.

“Penyebaran konten positif di dunia maya sudah berada di genggaman kalian, untuk itu jangan lupa, sebelum membagikan pesan tersebut harus disaring terlebih dahulu kontennya. Pilih dan pilah sebelum menyebarkan melalui dunia maya,” ucapnya.

Hasil dari pelatihan Duta Damai dari Provinsi Banten ini, para partisipan secara bersama-sama membuat lima website yang akan tergabung dengan Pusat Media Damai (PMD) BNPT. Kelima website itu adalah www.culasatu.dutadamai.id, www.surosowan.dutadamai.id, www.ruangriung.dutadamai.id, www.benteng.dutadamai.id, www.jawara.dutadamai.id. Nama-nama website merupakan nama-nama dari kearifan lokal khas Banten.

Selain itu mantan Kabareskrim Polri ini mengatakan bahwa program duta damai dunia maya ini terbukti efektif dalam menangkal paham radikal terorisme di dunia maya, sehingga keberhasilan program ini telah mendapat pengakuan dunia internasional.

“Saat menghadiri pertemuan yang dihadiri oleh 50 negara di Arab Saudi dan di depan Presiden AS, Donald Trump, saya paparkan mengenai program soft approach ini termasuk Duta Damai dunia maya. Dari situ saya diundang ke Gedung Putih untuk menjelaskan secara lebih detail . Saya jelaskan bahwa untuk menanggulangi terorisme tidak cukup dengan hard approach (penangkapan), tapi cara-cara lunak terbukti lebih efektif dan Indonesia telah membuktikan,” kata Suhardi Alius.

Pengukuhan Duta Damai di Provinsi Banten ini dihadiri oleh beberapa perwakilan dari negara sahabat seperti dari Kedubes Amerika Serikat, Spanyol, Maroko, Filipina, dan Belgia. Juga hadir perwakilan Forkompinda Provinsi Banten, Wakil Walikota Tangerang. Turut hadir pejabat BNPT yaitu Sekretaris Utama BNPT Marsma Dr. A. Adang Supriyadi, ST, MM, Deputi Kerja Sama Internasional Irjen Pol. Drs. Hamidin, Kepala Biro Umum Brigjen TNI Dadang Hendrayudha, Direktur Pencegahan BNPT Brigjen Pol. Ir. Hamli, M.E. dan Direktur Bilateral Kombes Pol. Kris Erlangga AW.