Tangerang – Keterlibatan masyarakat dalam penanggulangan radikal terorisme penting dikerahan, termasuk di dalamnya dengan mengoptimalkan peran tokoh agama dan ulama. Hal ini mendorong Kepala BNPT untuk hadir dalam acara Silaturrahmi dan Sosialisasi dengan Tokoh Agama dan Pimpinan Ormas Islam Kabupaten Tangerang.

Acara diselenggarakan pada Rabu (23/1) siang, bertempat di Aula Gedung Serba Guna, Kompleks Pemda Tigaraksa Kabupaten Tangerang. Silaturahmi dan Sosialisasi digelar oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Tangerang, Polisi Resor Kota Tangerang dan Pemerintah Kabupaten Tangerang mengambil tema acara “Peran Tokoh Agama dalam Rangka Deteksi dan Pencegahan Dini Terhadap Terorisme dan Radikalisme”. Dalam acara tersebut Kepala BNPT Komjen Pol Drs. Suhardi Alius M.H. dan Imam Besar Masjid Istiqlal Nasaruddin Umar menjadi narasumber utama.

Acara diawali dengan pemberian sambutan oleh Ketua Umum MUI Kab. Tangerang, Bupati Kabupaten Tangerang, dan Wakapolda Banten yang mewakili Kapolda IrjenPol. Dr Tomsu Tohir M.Si. Dalam sambutannya, Ketua Umumm MUI Kab. Tangerang beserta Bupati Kabupaten Tangerang dan Wakapolda Banteng mengajak peserta Silaturahmi untuk dapat menjaga persatuan dan kesatuan NKRI.

“Sebagai warga negara, kita merasa perlu ikut bertanggung jawab menyelamatkan Indonesia tercinta. Silaturahmi ini sebagai amal nyata kita untuk mempertahankan Indonesia agar semakin kuat di tengah majunya pembangunan dan kemajuan Teknologi Informasi. Di sini kita akan menerima pencerahan dari Kepala BNPT tentang bagaimana menanggulangi paham radikal terorisme,” ujar Ketua Umum MUI Kab. Tangerang Drs. Moh. Ues Nawawi Goffar.

Di hadapan 402 tokoh agama dan ulama, Kepala BNPT mengawali paparannya mengenai bahaya dan ancaman radikal terorisme yang kini merambah dunia maya. Mantan Sestama Lemhannas tersebut mengingatkan akan pengaruh dunia maya tidak bisa dianggap remeh.

“Perkembangan teknologi informasi itu baik, namun juga ada negatifnya. Di antaranya hate speech, ajaran-ajaran radikal, bahkan rekrutmen teroris secara online, tentu ini tidak bisa dianggap main-main, kita harus mencegah sisi negatif ini sebelum menjadi bibit pemecah bangsa,” ujar Kepala BNPT.

Usai menerima paparan dari Kepala BNPT dan Imam Besar Masjid Istiqlal, tokoh agama yang hadir menyatakan deklarasi Tokoh Agama Kabupaten Tangerang. Deklarasi tersebut mencakup pernyataan para tokoh agama untuk menolak segala bentuk radikalisme dan terorisme, menolak segala bentuk hoaks dan ujaran kebencian, mendukung langkah-langkah aparat hukum memberantas hoaks dan ujaran kebencian, serta menolak politisasi dan provokasi tempat ibadah.

Ditemui pada akhir acara, Kepala BNPT berharap agar para ulama untuk dapat menjadi penyejuk dan mampu memberikan arahan dari sisi agama, sosial, dan kehidupan di tengah masyarakat. Tokoh agama dan ulama yang dekat dan mengerti dengan situasi kondisi sekitarnya memiliki potensi dan posisi strategis dalam melakukan deteksi dini dan pencegahan radikal terorisme.

“Tokoh agama itu kan adanya di daerah, fenomena radikal terorisme juga banyak ditemukan di daerah, merekalah yang hapal dan mengenali lingkungan di sekitarnya. Apabila ditemukan kecenderungan radikal terorisme, mereka dapat tau persis apa yang harus dikerjakan,” ujar Kepala BNPT.