Jakarta – Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, S.H., M.H., menerima kunjungan Duta Besar Selandia Baru, H.E. Ambassador Jonathan Austin beserta staf pada Selasa (20/08) siang di salah satu Gedung Kementerian di bilangan Jakarta Pusat.

Didampingi oleh Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto dan Direktur Kerja Sama Bilateral, Brigjen Pol. Drs. Kris Erlangga A.W., Kepala BNPT menyambut hangat H.E. Ambassador Jonathan Austin yang berkunjung untuk memperkenalkan diri sebagai Duta Besar yang baru. Kunjungan ini juga dimaksud sebagai upaya memperluas kerja sama penanggulangan terorisme antara Indonesia dengan Selandia Baru.

Meskipun relatif singkat, pertemuan ini padat pembahasan. Mulai dari diskusi terkait isu terkini menyangkut permasalahan radikalisme dan terorisme yang sedang dihadapi di masing-masing negara, hingga pembicaraan terkait rencana-rencana strategis yang akan dijalin oleh kedua negara terkait penanggulangan terorisme kedepannya.

Selandia Baru telah menjadi mitra strategis Indonesia. Di forum-forum internasional, upaya saling dukung secara bilateral maupun multilateral terus dijaga berlandaskan asas perdamaian dunia. Salah satu contohnya adalah dukungan penuh Selandia Baru kepada Indonesia saat gelaran 16th ASEAN Regional Forum Intersessional Meeting on Counterterrorism and Transnational Crime di bulan Maret lalu. Tahun lalu juga telah ditandatangani Memorandum of Understanding antara RI-Selandia Baru mengenai upaya penanggulangan terorisme diantaranya meliputi transfer pengetahuan, pembangunan sumber daya manusia maupun berbagi informasi dan data intelijen.

Usai pertemuan, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto menjelaskan bahwa langkah BNPT menanggulangi terorisme menggunakan pendekatan humanis menjadi hal yang sangat menarik bagi Duta Besar Selandia Baru, khususnya pasca teror Christchurch. Penerapan pola pendekatan dengan sudut pandang kemanusiaan ini menjadi selling point tersendiri bagi indonesia agar menjadi pembelajaran dunia.

“Mereka ingin melihat bagaimana Indonesia menanggulangi masalah terorisme. Kepala BNPT menjelaskan bahwa langkah Indonesia bukan hanya hard approach tapi juga soft approach. Disini beliau melihat betapa pentingnya pemberdayaan kepada masyarakat. Dalam mencegah ini merupakan hal-hal yang berhasil diterapkan di Indonesia yang dapat kita bagi ke dunia internasional,” ujar Deputi Bidang Kerja Sama Internasional BNPT.