Tiongkok – Delegasi Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) yang dipimpin oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. telah melaksanakan kunjungan kerja ke Republik Rakyat Tiongkok (RRT) selama 4 hari sejak tanggal 16 Mei hingga 19 Mei 2019. Kunjungan ini terselenggara dalam rangka melaksanakan pertemuan bilateral dengan Menteri Keamanan Negara RRT dan menghadiri undangan sebagai pembicara dalam Simposium Internasional Asia Oseania 2019.

Adapun delegasi BNPT yang mendampingi Kepala BNPT meliputi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri P. Lubis, Direktur Perangkat Hukum Internasional, Brigjen TNI (Mar.) Yuniar Ludfi, Direktur Kerja Sama Bilateral, Brigjen (Pol.) Drs. Kris Erlangga A.W., dan tiga orang staf.

Sebelum mengadakan pertemuan dengan pihak Menteri Keamanan Negara RRT, Kepala BNPT beserta delegasi bertemu dengan Duta Besar RI untuk RRT, Djauhari Oratmangun di Wisma Duta KBRI Beijing. Pertemuan tersebut membicarakan seputar perkembangan politik dan keamanan, ekonomi serta infrastruktur di RRT. Juga disampaikan terkait rencana pertemuan yang akan dilakukan oleh delegasi BNPT dalam kunjungan kerja kali ini.

Pertemuan bilateral dengan pihak Menteri Keamanan Negara RRT kemudian dilaksanakan pada tanggal 17 Mei 2019 di kantor Ministry of State Security RRT di Beijing. Dalam pertemuan dengan Menteri Keamanan Negara/Ministry of State Security, Mr. Chen Wenqing, yang didampingi oleh Wakil Menteri dan sejumlah pejabat MSS, delegasi BNPT juga didampingi oleh tiga orang perwakilan dari KBRI Beijing. Menteri Chen menyambut hangat kedatangan Kepala BNPT beserta delegasi, yang merupakan kunjungan kedua kalinya.

Kedua pimpinan saling bertukar informasi terkait perkembangan teror di kedua negara dan penanggulangannya serta saling mendukung dan sepakat untuk menjaga hubungan kerja sama antara kedua negara yang telah terjalin lama.

Dalam kesempatan kali ini, Menteri Chen memberikan apresiasi terhadap UU Terorisme No 5 tahun 2018 yang menurutnya merupakan landasan hukum yang sangat komprehensif serta mengakui bahwa RRT belum memiliki UU Terorisme seperti Indonesia. Menteri Chen juga setuju terkait kebijakan BNPT selama ini yang mengutamakan pendekatan lunak (soft power approach) dalam menanggulangi terorisme. Pada akhir pertemuan, Menteri Chen mengundang Kepala BNPT untuk datang ke Xinjiang pada kesempatan berikutnya guna melihat secara langsung situasi di sana.

Kemudian pada tanggal 19 Mei 2019, Kepala BNPT dan delegasi berangkat ke Tianjin guna menghadiri Simposium Internasional Asia Oseania 2019 yang diselenggarakan di Universitas Tianjin. Kegiatan tersebut diselenggarakan oleh Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tiongkok yang dihadiri 328 orang perwakilan pelajar Indonesia yang berasal dari berbagai wilayah seperti Hongkong, Thailand, Amerika, Australia, dan Jepang.

Simposium tahunan yang dilaksanakan di kota Tianjin ini mengangkat tema “Resolusi Millennials dalam Akselerasi Revolusi Industri Nasional”. Pada kesempatan tersebut, Kepala BNPT bertindak sebagai pembicara khusus dan memberikan paparan mengenai wawasan kebangsaan serta bahaya radikalisme dan terorisme. Kegiatan berjalan dengan lancar dan seluruh peserta mengikuti paparan dengan antusias.