Bima – Program Sinergisitas 36 K/L sejak awal telah dirancang untuk tepat sasaran dan efektif langsung menyentuh kelompok masyarakat melalui pendekatan humanis yang menekankan cara-cara berupa dialog dan bantuan fisik yang langsung dapat dirasakan oleh penerima manfaat. Beberapa pendekatannya adalah dengan penguatan infrastruktur, perbaikan sarana dan prasarana tempat tinggal, maupun bantuan pelatihan dan pemberdayaan ekonomi masyarakat dengan kontribusi langsung dari Kementerian dan Lembaga terkait, sehingga dapat mendorong penerima manfaat menjadi masyarakat mandiri atau disebut juga masyarakat madani agar memiliki kehidupan yang lebih baik kedepannya.

Program Sinergisitas 36 K/L selama ini ditujukan di tiga wilayah sasaran di Indonesia yaitu Provinsi Nusa Tenggara Barat, Provinsi Sulawesi Tengah, dan Provinsi Jawa Timur. Kelurahan Penato’i menjadi salah satu wilayah sasaran di Provinsi Nusa Tenggara Barat yang kali ini menjadi tujuan kunjungan Tim Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga.

Silaturahmi yang diselenggarakan di Masjid Istiqomah Penato’i pada Kamis (12/09) pagi ini diawali dengan Sholat Dzuhur berjamaah. Rombongan yang dipimpin oleh Dr. A. Adang Supriyadi selaku Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas ini meliputi perwakilan dari beberapa Kementerian dan Lembaga termasuk Kementerian Pertanian, Kementerian PUPR, Kementerian Perhubungan, dan Kementerian  Agama. Selain itu, tidak hanya warga Kelurahan Penato’i, hadir pula Lurah Penato’i, perwakilan dari Pemerintah Kota Bima, Dandim Kota Bima, tokoh agama, dan tokoh masyarakat setempat.

Ketua Tim Pelaksana Sinergisitas, Dr. A. Adang Supriyadi kemudian dalam sambutannya mengimbau untuk mengambil sisi positif dari pertemuan kali ini yaitu untuk membangun kembali penatoi dengan program-program andalan masing-masing Kementerian dan Lembaga.

Pertemuan kemudian dilanjutkan dengan perbincangan hangat bersama warga yang dapat menyampaikan secara langsung aspirasi maupun apa saja kebutuhan yang diperlukan kepada perwakilan Kementerian dan Lembaga. Salah satu tokoh masyarakat mengungkapkan harapan agar Sinergisitas K/L dapat memberikan perbaikan ekonomi dan perubahan kondisi infrastruktur di lingkungan Penato’i, silaturahmi ini akan menjadi penanda kemajuan daerah tersebut.

Dalam pertemuan ini, secara simbolis diserahkan seekor kambing serta bibit buah dan sayur yang diwakili oleh pemuda Karang Taruna Kelurahan Penato’i, Muhammad Ihsan. Diungkapkan olehnya bahwa bantuan tersebut dapat memperluas lapangan kerja bagi pemuda di kelurahan Penato’i.

“Bantuan dari K/L sangat bermanfaatnya utamanya mengurangi pengangguran, agar pemuda-pemuda Penato’i melakukan aktivitas yang lebih bermanfaat. Kami masih memerlukan bantuan kelompok usaha karena anak-anak di Penato’i sangat kreatif. Saya harap K/L dapat membantu,” ujar Muhammad Ihsan.

Wawan seorang pemuda Penato’I penerima bantuan ternak Kambing, mengaku bantuan ini menjadi simbol kemaslahatan bagi pemuda Penato’i. Ia mengaku telah memiliki rencana bersama pemuda Penato’I lainnya terhadap ternak yang akan dikelolanya.

“Bantuan ini menjadi kemaslahatan bagi kami, sebuah visi misi untuk teman-teman. Insya Allah kami akan bentuk kelompok berisi 5-10 orang untuk mengelola dan merawat kambing ini. Tujuannya ke depan agar bisa merangkul teman-teman sehingga komunikasi tali silaturahmi antar pemuda tidak terputus,” ujar Wawan.

Melalui kegiatan seperti silaturahmi saat ini, diharapkan perwakilan dari Kementerian dan Lembaga yang hadir dapat melihat langsung dan menilai secara riil kebutuhan apa saja yang diperlukan oleh masyarakat. Hal ini membuktikan bahwa mereduksi dan mencegah radikalisme tidak selalu menggunakan pendekatan represif. Sentuhan kemanusiaan dikedepankan agar tidak menciptakan rasa dendam maupun melahirkan bentuk kekerasan yang baru. Menjadi wujud kehadiran negara mengurai dan mencari jalan keluar dari permasalahan radikalisme dan terorisme dari hulu ke hilir.