Lombok – Peran dan fungsi BNPT memiliki kedudukan sebagai stakeholder yang menangani masalah terorisme di Indonesia. Selain menanggulangi dan bekerja sama dengan berbagai pihak dalam melakukan pencegahan, BNPT terus melaksanakan tugas penanggulangan serta berpartisipasi dalam berbagai kesempatan dalam upaya penanggulangan terorisme. Kali ini, BNPT mendampingi Kementerian Koordinator Bidang Politik, Hukum dan Keamanan pada Pertemuan ke-5 Indonesia-Australia Ministerial Council on Law and Security.

Bertempat di Hotel Golden Palace, Lombok, NTB, pertemuan diselenggarakan pada Sabtu (5/7) pagi. Menteri Hukum dan HAM Yasonna H. Laoly dan Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. sebagai salah satu delegasi Indonesia mendampingi Menteri Koordinator bidang Politik, Hukum dan Keamanan Wiranto, sementara delegasi Australia dipimpin oleh Menteri Dalam Negeri Australia, Peter Dutton.

Dalam pernyataan pers, Menko Polhukam mengatakan terorisme sebagai salah satu aspek yg dibahas mengikat hubungan antara Indonesia dan Australia dalam kesamaan visi perihal menanggulangi terorisme. Keduanya sepakat bahwa melawan radikalisme dan terorisme tidak bisa sendiri namun harus secara bersama-sama.

“Kerja sama yang erat dan sungguh-sungguh antar negara diperlukan untuk melawan teror dan extremisme. Kami juga mengupayakan pemotongan rantai terorisme, logistik mereka, serta terus mencari pengembangan metode melawan terorisme dan radikalisme,” tutur Wiranto.

Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius kemudian mendampingi Menko Polhukam dalam pertemuan Bilateral Kemenko Polhukam. Pertemuan Bilateral tersebut di antaranya adalah pertemuan dengan Menteri Australia, Badan Keamanan Nasional Myanmar, Menteri Dalam Negeri Singapura, dan Menteri Kehakiman New Zealand.

Usai melakukan pertemuan Bilateral Kemenko Polhukam, Kepala BNPT menemui beberapa delegasi negara di sela-sela kegiatan. Delegasi dari berbagai negara tersebut hadir untuk melaksanakan pertemuan Bilateral antara negaranya dengan Indonesia.

Pembahasan pertemuan yang berkisar tentang penanggulangan terorisme oleh Indonesia dinilai menarik oleh beberapa negara untuk didalami. Delegasi Singapura menyatakan ketertarikannya dengan program Duta Damai oleh BNPT, sebagaimana New Zealand yang juga ingin mendalami pertukaran informasi terkait penanggulangan terorisme.

Selain untuk melakukan pertemuan bilateral delegasi berbagai negara juga hadir untuk melaksanakan acara Lombok Sub-Regional Meeting On Counter Terrorism. Dijadwalkan dalam kegiatan Indonesia akan bertemu dengan delegasi negara Thailand dan Malaysia. Acara terpaksa ditunda mengingat adanya gempa yang melanda Lombok, Nusa Tenggara Barat sebesar 7,0 SR.