Bandung – Kewaspadaan akan bahaya radikalisme dan terorisme harus menjadi perhatian bersama, sehingga upaya penanggulangan radikalisme dan terorisme menjadi usaha kolektif yang tidak cukup apabila hanya dibebankan dan menjadi tanggungjawab pemerintah pusat semata. Keterlibatan secara aktif pemerintah daerah yang menjadi lokus kegiatan dapat membantu mengatasi penanggulangan radikalisme dan terorisme secara efektif, menyeluruh, dan menyentuh masyarakat secara langsung.

Sesuai arahan pemerintah pusat, Provinsi Jawa Barat dirancang untuk menjadi wilayah percontohan program sinergi penanggulangan radikalisme dan terorisme. Pengurangan potensi terorisme secara komprehensif dilakukan dengan cara mengerahkan seluruh sistem pemerintahan, kehidupan bermasyarakat dan lintas dinas termasuk menggandeng BNPT sebagai leading sector penanggulangan terorisme untuk bekerja sama.

Gubernur Jawa Barat, Ridwan Kamil, dengan Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. melakukan rapat pertemuan membahas mengenai Program Pencegahan Terorisme, Deradikalisasi, dan Penguatan Pancasila untuk Institusi Pendidikan di Provinsi Jawa Barat T.A. 2020 pada Kamis (3/10) siang di Ruang Rapat Manglayang, Kantor Gubernur Jawa Barat.

Rapat berlangsung selama dua jam, membahas seputar pemetaan awal kaitannya dengan kondisi strategis sosial, politik, dan keamanan masyarakat terkini di Provinsi Jawa Barat. Perhatian tertuju pada pertumbuhan penduduk Jawa Barat yang sangat cepat sehingga pengawasannya lebih sulit dilakukan, terlebih banyak daerah yang masih tidak terjangkau jarak dan pembangunan, hingga menumbuh-suburkan objek-objek target radikalisasi.

Rapat kali ini juga dihadiri Wakapolda Jawa Barat, Aster Kasdam III/ Siliwangi, Kadis Pendidikan, Biro Pelayanan Sosial Sekretariat Daerah Provinsi Jawa Barat dan Kesbangpol Provinsi Jawa Barat. Perwakilan pemerintah di level provinsi maupun daerah ini juga memberikan gambaran kondisi lapangan di setiap wilayah Jawa Barat baik dari sisi institusi pendidikan maupun ketertiban dan keamanan masyarakat.

Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Parumuham Lubis, kemudian memaparkan rencana awal yang akan diimplementasikan di tahun 2020 kepada seluruh peserta rapat sebagai gambaran program pencegahan yang ditargetkan dilakukan dari hulu hingga hilir. Selain literasi digital, pencegahan di bidang pendidikan lebih difokuskan, karena maraknya penyebaran pemahaman radikalisme di lingkungan sekolah mulai dari PAUD hingga Perguruan Tinggi. Di tahun mendatang, perluasan program ini juga akan menyasar ke pengamanan obyek vital dan transportasi publik seperti stasiun kereta api, bandara Kertajati, dan waduk-waduk di Jawa Barat.

Ridwan Kamil, saat menemui awak media menjelaskan bahwa pertemuan dengan BNPT kali ini merupakan komitmen Jawa Barat untuk lebih proaktif membuat situasi di Jawa Barat lebih damai dan jauh dari rasa kebencian serta terhindar dari paham-paham radikalisme.

“Rapat ini membahas sebuah rencana program sinergi yang lebih pro-aktif antara Provinsi Jawa Barat dengan BNPT, dalam program deradikalisasi yang diarahkan oleh pemerintah pusat. Kita berkomitmen mendesain sebuah cara baru dengan dinamika yang luar biasa ini. Jawa Barat bisa menjadi percontohan, bahwa kita bisa hidup jauh dari rasa kecemasan, jauh dari rasa kebencian. Dengan sebuah upaya yang komprehensif pelibatannya multidimensi dari masyarakat, ulama, pemerintah, Polisi, TNI, pemerintah pusat, BNPT dan stakeholder lainnya,” ungkap Ridwan Kamil.

Di akhir kegiatan, Kepala BNPT berharap agar upaya menjadikan Jawa Barat sebagai daerah percontohan dapat memberikan inspirasi untuk daerah lain di Indonesia. Kedepannya BNPT akan mendukung melalui fasilitasi sumber daya maupun anggaran guna mewujudkan kerja sama berkesinambungan untuk menanggulangi radikalisme dan terorisme.

“Jawa Barat nantinya akan menjadi pilot proyek sebagai contoh dari provinsi di seluruh tanah air ini. Bagaimana kita mengemas program-program untuk anak-anak kita di bidang pendidikan, dari tingkat PAUD sampai perguruan tinggi, kemudian lingkungan sosial, agama dan sebagainya. Yang paling penting wawasan kebangsaan, keberagaman yang kita perhatikan. Ini bisa betul-betul tumbuh dan berkembang dengan baik di Jawa Barat ini. Kita berusaha untuk tahun 2020 ini akan dimulai (kerja sama), kita akan kordinasi kebutuhan Jawa Barat, sebab itu kami akan fasilitasi sumber daya dan anggaran di BNPT untuk dialokasikan khusus ke daerah Jawa Barat, semua untuk masa depan kita,” harap Kepala BNPT.