Tangerang – Dedikasi dan komitmen dalam memperkuat rasa kebangsaan di kalangan pemuda semakin dibuktikan oleh Kepala BNPT. Dikemas untuk kalangan akademika, BNPT berkesempatan memberikan Kuliah Umum Kebangsaan di Politeknik Keuangan Negara Sekolah Tinggi Akuntansi Negara (PKN STAN).

Kuliah Umum Kebangsaan tersebut bertempat di Student Center PKN STAN Bintaro, Tangerang, pada Selasa (13/3) pagi. Dihadapan para dosen, pejabat, dan mahasiswa-mahasiswi PKN STAN, Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. didampingi oleh Inspektur BNPT, Dr. Amrizal, yang juga merupakan alumni STAN.

Kegiatan dimulai dengan pemberian kata sambutan oleh Kepala BPPK Kemenkeu, Astera Primanto Bhakti. Ia berharap seluruh peserta dapat menyerap kuliah yang diberikan. “Hari ini kita akan menerima arahan tentang memupuk kebangsaan dari Kepala BNPT, Suhardi Alius. Apalagi sekarang kita tengah berada di arus perkembangan teknologi yang semuanya serba gadget, bagaimana caranya kita bisa menggunakannya dengan bijak, akan dipaparkan hari ini,” ujarnya.

Kuliah umum Kepala BNPT dengan semangat “Bersatu Pemuda, Membangun Bangsa” tersebut dimoderatori oleh Direktur PKN STAN, Rahmadi Murwanto. Sebagai pemimpin STAN, dirinya berterima kasih atas kesempatan menerima kuliah umum. Menurutnya kuliah umum ini ditujukan untuk menggelorakan semangat nasionalisme di lingkungan Politeknik Keuangan Negara STAN.

Di hadapan ribuan mahasiswa, mantan Sekretaris Utama Lembaga Pertahanan Nasional (Lemhannas) memulai kuliah umum dengan mengingatkan pentingnya nilai kebangsaan dalam menjaga persatuan NKRI.  Menurutnya, perkembangan teknologi informasi tak selalu bersifat baik, bahkan menjadi salah satu faktor penggerus nilai kebangsaan dan budaya khususnya di kalangan pemuda.

“Kalian bebas memiliki kegemaran di media sosial, namun jangan sampai melupakan prioritas sebagai warga Indonesia. Jangan sampai kita tidak kenal dengan budaya sendiri, mari disiplinkan berbudaya dalam berperilaku dan budayakan disiplin dalam berkehidupan sehari-hari, baik di kehidupan nyata dan dunia maya,” ucap Kepala BNPT.

Lebih lanjut, Suhardi Alius mengingatkan seluruh peserta untuk memiliki sense of crisis, naluri, dan kepedulian untuk bangsa. Hal ini akan membentengi diri sendiri dan lingkungan dari berbagai isu pemecah bangsa, khususnya terorisme, dan radikalisme yang nyata hadir di tengah kehidupan masyarakat. Kehadiran radikalisme juga diperburuk dengan masifnya kegiatan tersebut di dunia maya khususnya media sosial.

“Kelompok radikal dan teroris masa kini menggunakan media so  sial dan situs website yang narasinya menyesatkan masyarakat. Kalian harus pandai dalam mengenal, menangkal, dan melaporkan apabila menemukan konten radikal. Di zaman sekarang, pandai berselancar di dunia maya yang didampingi dengan nilai kebangsaan itu sudah menjadi kebutuhan. Karena yang terhasut narasi radikal kebanyakan berasal dari kalangan berpendidikan, jadi pelajar dan tenaga pendidik tidak luput dari ancaman tersebut,” tegas mantan Kadiv Humas Polri tersebut.

Kuliah umum ditutup dengan sesi pemberian cindera mata antara kedua belah pihak dan sesi foto bersama. Ditemui seusai acara, Kepala BNPT berharap paparan yang diberikan bermanfaat sebagai bekal penguat kebangsaan para mahasiswa. Khususnya bagi jebolan STAN sebagai penerus bangsa yang akan mengawaki pemerintahan di bidang keuangan institusi tertentu agar mampu memupuk rasa nasionalisme dan idealisme yang kuat sejak dini.