Jakarta – Selasa pagi (22/10), Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Suhardi Alius menerima kunjungan Kepala International Committee Of The Red Cross (ICRC), Mr. Alexander Faite, Delegasi untuk Indonesia dan Timor Leste di kantor BNPT Jakarta. Kurang lebih selama 2 jam keduanya berbincang hangat membahas kerja sama kepalangmerahan dalam membantu korban konflik yang terjadi secara global. Hal ini mendorong diskusi terkait upaya yang bisa dilakukan kedua instansi, terutama dalam hal menyelamatkan dan membantu Warga Negara Indonesia yang menjadi korban di negara rawan konflik bersenjata, terutama di Suriah.

“Banyak sekali yang kita bicarakan, mengenai bagaimana ICRC bisa menjembatani hal-hal yang berkaitan dengan masalah kepalangmerahan seperti isu-isu terkait tusi BNPT, mereka bisa menjembatani permasalahan ini di daerah-daerah konflik, seperti contohnya kita bicarakan isu di Suriah dan sebagainya bagaimana menanganinya,” ujar Kepala BNPT.

ICRC atau Komite Internasional Palang Merah yang merupakan lembaga kemanusiaan yang bermarkas besar di Jenewa, Swiss. ICRC sendiri sudah 60 tahun lamanya memiliki hubungan dengan Pemerintahan Indonesia. Dalam pembahasannya dengan Kepala BNPT, Alexander Faite menerima masukan dan informasi dari BNPT mengenai penanganan korban aksi terorisme serta upaya penyelamatan warga negara Indonesia yang berada di Afghanistan dan Syria.

“Ini adalah kunjungan yang sangat bagus, dan saya ingin mengucapkan terima kasih banyak kepada Kepala BNPT atas kesediaannya untuk menerima ICRC. Kunjungan ini menghasilkan diskusi perkenalan yang sangat bagus, banyak topik dibahas karena dunia sekarang dihadapkan oleh banyak ancaman dan ICRC hadir di banyak negara di mana ada konflik yang terjadi,” ungkap Alexander Faite.

Ke depannya, kerja sama dengan ICRC ini diakui Kepala BNPT akan mempermudah akses penyelamatan bagi korban-korban konflik bersenjata. Karena selama ini, hal tersebut masih menjadi salah satu kendala yang dialami BNPT dalam lingkup penyelamatan korban.

“Dan kita akan kerja sama kalau tadi Pak Alex bilang tergantung kami keputusannya, saya katakan saya akan bekerjasama dengan ICRC, karena yang memiliki akses ke daerah-daerah konflik khususnya di dunia itu cuma ICRC yang bebas akses, di mana perwakilan kita tidak bisa masuk kesana, jadi kita banyak minta bantuan kepada ICRC bagaimana kita menolong warga negara Indonesia dari sisi kemanusiaan nya, apa yang akan kita perbuat, ini sudah kita diskusikan tadi,” ujar mantan Sestama Lemhannas tersebut.