Jakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) mengadakan Rapat Koordinasi Persiapan Pelaksanaan Sinergisitas Antar K/L dalam Program Penanggulangan Terorisme di salah satu gedung kementerian di Jakarta (22/02) guna membahas rencana Sinergisitas K/L di Tahun 2019. Rapat kali ini dihadiri oleh perwakilan dari 35 K/L dan dimpimpin oleh Sekretaris Utama BNPT, Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. selaku Ketua Tim Pelaksana Program.


Rapat ini bertujuan agar program kegiatan yang direncanakan oleh Tim Pelaksana Program Sinergisitas lebih tepat sasaran lagi. “Diharapkan dengan adanya rapat ini, kita sudah mempunyai rencana konkrit yang lebih tepat sasaran untuk tahun 2019. Dalam kesempatan ini, sebagai koordinator program, BNPT siap menampung saran masukan dari masing-masing Kementerian/Lembaga serta membantu menyiapkan semua hal yang dibutuhkan masing-masing K/L sesuai fokus dan program kerjanya.” ujar Sestama BNPT.

Tercapainya Sinergisitas Penanggulangan Terorisme bertumpu pada kerja sama Antar kementerian dan Lembaga (K/L) serta dengan Pemerintah Daerah yang saling melengkapi. Menggerakkan daya dan potensi 36 K/L untuk bersama-sama menanggulangi terorisme memang tidak mudah. Koordinasi yang berkesinambungan sesuai prioritas, tugas, dan fungsi masing-masing K/L harus dipetakan sejak awal.

Sestama BNPT kemudian mengingatkan kembali bahwa potensi ancaman terorisme dapat muncul di level regional, nasional bahkan global karena pergerakkannya yang tanpa batas hingga sewaktu-waktu bisa tumbuh dimanapun. Faktor tersebut menjadi salah satunya tantangan program sinergisitas kedepannya sehingga kemudian penambahan wilayah sasaran Program Sinergisitas diangkat sebagai pembicaraan dalam rapat kali ini.

Setelah tahun lalu di Sulawesi Tengah dan Nusa Tenggara Barat menjadi wilayah sasaran Program Sinergisitas, ada penambahan wilayah sasaran di Tahun 2019 ini, yakni Jawa Timur meliputi Surabaya, Kabupaten Lamongan, Probolinggo, Sidoarjo, dan Kabupaten Malang. Pengajuan Jawa Timur sebagai wilayah sasaran baru ini telah melalui tahap penelitian dan masukan tim ahli juga atas rekomendasi Menkopolhukam. Ketua Tim Pelaksana Program Sinergisitas juga sudah menyiapkan tim ahli untuk meneliti potensi kemajuan capaian di wilayah sasaran selama 2 tahun kedepan dan tidak menutup kemungkinan mempersiapkan rekomendasi 3 daerah baru menggunakan data sekunder BPS sebagai bahan evaluasi dan landasan penyampaian rekomendasi ke Menkopolhukam.

Sejak April 2018, banyak hal yang telah dilaksanakan dalam Program Sinergisitas antar K/L dalam upaya mencegah terorisme meliputi kegiatan kontra radikalisasi, deradikalisasi, dan penyuluhan di wilayah sasaran melalui pendekatan ekonomi, sosial, dialog budaya dan lintas agama. Sestama BNPT menyampaikan bahwa salah satu pencapaian kerja Sinergisitas meliputi implementasi metode pendekatan heart to heart yang akan dipakai nantinya di Papua. Oleh karena itu metode yang sudah dikerjakan pada tahun 2018 akan di evaluasi dan digali lebih dalam potensinya, sehingga tidak hanya BNPT, tetapi K/L lain pun dapat mengaplikasikan metode serupa di lapangan. Sestama BNPT berharap Sinergisitas 36 K/L bisa jadi role model upaya menghadirkan negara melalui kerja sama antar K/L lewat pembangunan dan sentuhan langsung tepat sasaran demi mewujudkan Indonesia damai dan sejahtera.

Rapat dilanjutkan dengan penyampaian rencana kesiapan kegiatan Program Sinergisitas di tahun 2019 oleh Sekretaris Sinergisitas, Bangbang Surono, Ak., M.M. yang juga selaku Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT. Dalam paparannya Sekretaris Sinergisitas menjelaskan bahwa guna mendukung kinerja Tim dalam melaksanakan kegiatan, telah dipersiapkan aplikasi Simonsikat yang menjadi media antar K/L untuk memasukkan program kerja tiap K/L, aplikasi ini juga dilengkapi oleh berita-berita terkini mengenai pelaksanaan program.

Kemudian dalam rapat yang sama, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan BNPT, Irjen. Pol. Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum., juga berkesempatan memberikan pemahaman singkat kepada peserta rapat mengenai fenomena gelombang kepulangan Foreign Terrorist Fighters (FTF) pasca-terdesaknya ISIS di Suriah. Titik-berat paparan ini adalah guna mengingatkan pemerintah daerah juga antar K/L agar dapat berperan aktif melakukan tindakan antisipatif melihat fenomena ini sesuai tugas pokok dan fungsi masing-masing perangkat kerja di lapangan.

Rapat diakhiri oleh pemberian masukan dan saran dari perwakilan K/L guna mewujudkan Sinergisitas yang lebih baik kedepannya. Menutup rapat hari ini Ketua Tim pelaksana Program Sinergisitas, Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. menyampaikan “Saya yakin program dan koordinasi ini kedepannya bisa lebih baik lagi. Kedepannya kita akan tingkatkan dan pertajam lagi kemampuan kita dari mulai perencanaan hingga langsung turun ke lapangan. Kita sudah melakukan evaluasi dan hasilnya selama tahun 2018 kemarin sangat memuaskan juga banyak diapresiasi. Memang berat tugas pencegahan terhadap radikalisme dan terorisme, namun melihat antusiasme pengunjung rapat yang cukup tinggi tadi salah satunya, dengan semangat itu kita harap kedepannya Sinergisitas akan lebih sukses lagi.”