Jakarta – Pelaksanaan program penanggulangan terorisme secara kolektif terus digalakan BNPT dalam bentuk sinergitas. Sinergitas antar Kementerian/Lembaga terus dikembangkan BNPT dalam upaya membentuk fokus program yang berkelanjutan. Dalam rangka mewujudkan hal-hal tersebut, BNPT menggelar Rapat Sinergitas Antar K/L pada Pelaksanaan Program Penanggulangan Terorisme.

Rapat Sinergitas yang melibatkan puluhan undangan perwakilan Kementerian/Lembaga tersebut terselenggara di Hotel Royal Kuningan, Jakarta, pada Jumat(27/04) pagi. Turut hadir dan mengisi acara ialah jajaran pimpinan BNPT meliputi Sekretaris Utama BNPT Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M., Deputi I BNPT Mayjen Pol. Abdul Rahman Kadir, Deputi III BNPT Irjen Pol. Drs. Hamidin, serta Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas BNPT Bangbang Surono Ak. MM.

Mengawali kegiatan, Sekretaris Utama BNPT memberikan kata sambutan. Dalam sambutanya Sestama BNPT mengingatkan pentingnya penanggulangan terorisme yang dilaksanakan secara menyeluruh, mengingat terorisme adalah masalah serius yang membutuhkan upaya bersama dari seluruh elemen masyarakat tak terkecuali Kementerian dan Lembaga. Dalam kesempatan emas ini, Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M. mengajak peserta yang terdiri dari perwakilan 36 K/L mampu memanfaatkan rapat sinergi sebaik-baiknya.

“Dengan dilaksanakannya Rapat Sinergitas antar K/L pada pelaksanaan penanggulangan terorisme ini diharapkan hadirin sebagai perwakilan 36 K/L mampu berkontribusi dalam penyerahan rencana aksi kegiatan penanggulangan terorisme serta mampu memberikan saran yang membangun sesuai dengan tugas dan fungsi di masing-masing Kementerian dan Lembaga,” ujar Sestama BNPT.

Masuk ke inti acara, Karoren BNPT Bangbang Surono Ak. MM memberikan paparan terkait penyampaian rencana aksi sinergitas. Dalam Rapat Sinergitas ini dibahas beberapa isu yang menjadi fokus upaya-upaya penanggulangan terorisme BNPT. Salah satunya ialah rencana aksi kegiatan 36 K/L yang akan dilakukan di Provinsi NTB dan Sulawesi Tengah. Pemilihan kedua provinsi tersebut sebelumnya telah melalui proses assessment oleh internal BNPT berdasarkan data-data intelijen terkait.

Usai paparan, sesi diskusi dan tanya jawab serta pemberian saran dari para hadirin dibuka. Menyadari pentingnya sinergitas dalam upaya penanggulangan terorisme, perwakilan-perwakilan dari 36 K/L menyampaikan apresiasi atas program sinergitas dan pemutakhiran data yang dihimpun BNPT. Di antaranya pula disampaikan saran-saran dan pembahasan hambatan yang dapat meningkatkan efektivitas dan efisiensi program yang terfokus di dua provinsi tersebut.

Deputi III Bidang Kerja Sama Internasional BNPT Irjen Pol. Drs. Hamidin sebagai perwakilan BNPT yang kerap melakukan kunjungan ke beberapa negara memberi motivasi kepada para peserta yang hadir. Ia mengatakan bahwa program sinergitas BNPT yang menggandeng 36 K/L juga menjadi perhatian dunia.

“Indonesia ini hebat, Sinergitas antar 36 K/L ini langkah terjadi di dunia. Pelibatan Kementerian dan Lembaga dalam hal ini termasuk dalam pendekatan lunak penanggulangan terorisme, ini juga terkenal di tingkat internasional. Mari kita manfaatkan dan laksanakan sebaiknya, bersatu memerangi terorisme,” Ujar Drs. Hamidin.

Usai sesi diskusi dan tanya jawab ditutup, Karoren BNPT mengingatkan para peserta untuk berperan aktif dalam pembacaan kesimpulan.“Program sinergitas 36 K/L ini sudah menjadi role model dunia, diperlukan komitmen dan totalitas sinergitas antar Kementerian K/L terus berlanjut. Keberhasilan sinergitas kita semua akan mendukung nawa cita dalam menciptakan keamanan,” Ujar Bangbang Surono.

Kegiatan Rapat Sinergitas kemudian diakhiri dengan kata penutupan oleh Sestama BNPT. Kepada peserta yang menjadi perwakilan 36 K/L, Sestama BNPT berpesan untuk menyampaikan hasil rapat kepada K/L masing-masing serta menindaklanjutinya.

“Agar 36 K/L dapat melengkapi rencana aksi kegiatan, kami BNPT siap menampung dan ini akan terus dikoordinasikan kedepannya. Ini memang luar biasa, karena terorisme adalah extra ordinary crime dan dibutuhkan penanggulangan yang extra ordinary pula,” tutup Marsma TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T., M.M.