Jakarta – Dalam rangka memelihara kerja sama di bidang militer, pertahanan dan keamanan dengan luar negeri Mabes TNI menerima kunjungan resmi Royal Thai Armed Forces (RTARF). Sebagai rangkaian dalam menerima kunjungan Courtesy Call Direktorat Operasi Gabungan Angkatan Bersenjata Thailand ke Indonesia, para delegasi RTARF menerima paparan perkembangan militer TNI di Indonesia serta paparan penanggulangan terorime. Dalam lingkup peran andil BNPT dalam menanggulangi terorisme, Sestama BNPT Marsda TNI DR. A. Adang Supriyadi M.M. menyampaikan paparan penanggulangan terorisme.

Bertempat di Ruang Rapat Itjen TNI Mabes TNI, kunjungan courtesy call dilaksanakan pada Selasa (19/6) pagi. Dipimpin oleh Asisten Komunikasi dan Elektronika (Askomlek) Laksda TNI Luthfi Syaefullah, MMDS menerima kunjungan resmi belasan delegasi Royal Thai Armed Forces (RTARF). Adapun delegasi RTARF dipimpin oleh Mayor Jendral Thitichai Tiantong, Deputi Direktur Operasi Gabungan RTARF.

Memulai paparannya, Sestama BNPT memberikan paparan terkait Badan Nasional Penanggulangan Terorisme serta penanggulangan terorisme Indonesia terkini. Dalam paparannya, disebutkan kedudukan BNPT selaku pemangku kepentingan penanggulangan terorisme mengalami penguatan dengan disahkannya Undang-Undang No.5 Tahun 2018.

“Upaya-upaya yang kita lakukan sebelum ada UU ini kini semakin kuat. Program yang dijalankan BNPT seperti kesiapsiagaan, kontra-radikalisasi dan deradikalisasi salah satunya. Program lainnya seperti Sinergisitas sebagai bentuk pencegahan dan penanggulangan terorisme menjadi bagian dari 2 pendekatan kami, pendekatan lunak dan pendekatan keras,” ujar Sestama.

Selain program, Sestama BNPT juga menjabarkan akar penyebab terorisme di Indonesia serta proses kerja BNPT.

Dalam sesi tanya jawab di akhir paparan, delegasi RTARF memberikan pertanyaan seputar Undang-Undang Anti Teror Indonesia. Pimpinan delegasi Mayor Jendral Thitichai Tiantong, Deputi Direktur Operasi Gabungan RTARF menyambut baik kegiatan pada hari ini.

“Indonesia dan Thailand memiliki latar belakang hubungan yang panjang sejak 50 tahun lalu, kunjungan ini tentu untuk menjalin hubungan baik dengan Indonesia. Indonesia sebagai negara dengan penduduk muslim terbesar memiliki kedudukan yang dapat mempengaruhi negara di sekitarnya. Dan paparan yang diberikan oleh BNPT baik dan bermanfaat bagi kami,” ujar Mayjen Thitichai Tiantong.