Semarang – Sestama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi memberikan keynote speech pada Sidang Senat Terbuka Universitas Islam Negeri Walisongo dalam rangka pengukuhan Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag. sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Islam pada Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan. Sidang Senat Terbuka ini dilaksanakan pada hari Kamis (4/07) di Auditorium 2, Kampus 3, Universitas Islam Negeri Walisongo, Semarang Jawa Tengah dan dihadiri oleh para pejabat maupun tokoh masyarakat baik yang berasal dari pusat maupun daerah.

Prof. Dr. Syamsul Maarif, M.Ag. menyampaikan bahwa paradigma pendidikan harus mampu menjadi wahana yang mentransmisikan budaya dan kearifan lokal sebagai upaya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa. Perlu adanya restrukturisasi pendidikan agar sifatnya yang universal tetap terjaga, sehingga mampu menjadi solusi penyelesaian berbagai masalah multidimensional seperti radikalisme.

Pada penyampaiannya sebagai Keynote Speaker, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi menyampaikan pentingnya menangkal indoktrinasi dari masuknya paham radikal terorisme melalui pendidikan. Pendidikan menjadi sebuah aspek penting dalam membangun ketahanan individu maupun keluarga dari masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kearifan lokal maupun nilai-nilai kebangsaan.

Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi setuju bahwa restrukturisasi pendidikan perlu diwujudkan sehingga dapat melihat berbagai perspektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa yang harus dihadapi secara sinergis dan komprehensif. Melalui pendidikan yang baik maka negara yang maju, berdaulat, aman, dan damai dapat diwujudkan.