Jakarta – Narkoba dan radikal terorisme merupakan bentuk kejahatan serius yang tidak hanya dialami oleh Indonesia melainkan penyakit negara yang mendunia. Dalam hal ini penanggulangan terhadap bentuk kejahatan tersebut membutuhkan langkah tepat dan kerja sama yang baik antar instansi terkait. Membulatkan kerja sama, BNPT dan BNN yang kini terjalin dalam Nota Kesepahaman siap bekerja sama menanggulangi bahaya radikal terorisme dan narkoba.

Bertempat di salah satu Gedung Kementerian di Jakarta, penandatanganan Nota Kesepahaman lengkap dihadiri jajaran pimpinan baik BNPT maupun BNN. Dipimpin oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. turut mendampingi Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan, Irjen Pol Budiono Sandi dan Deputi Bidang Kerja Sama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto.

Sementara itu jajar pimpinan BNN yang dipimpin Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H. didampingi oleh Sestama BNN, Irjen Pol Drs. Adhi Prawoto, S.H., Deputi Rehabiltasi BNN, Dra. Yunis Farida Oktoris Triana, M.Si., Deputi Pemberdayaan Masyarakat, Drs. Dunan Ismail Isja, M.M., Deputi Pemberantasan Irjen Pol Drs. Arman Depari dan Staf Ahli BNN Komjen Pol (Purn) Drs. Ahwil Lutan, S.H.

Nota Kesepahaman antara BNPT dan BNN bertujuan untuk mewujudkan sinergi dalam pelaksanaan serta pencapaian fungsi, serta meningkatkan peran aktif kedua belah pihak sesuai dengan fungsi masing-masing dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika dan prekursor narkotika dalam penanggulangan tindak pidana terorisme. Adapun ruang lingkup Nota Kesepahaman meliputi:
1. Pertukaran data dan/atau informasi oleh PARA PIHAK;
2. Peningkatan kapasitas sumber daya manusia bagi PARA PIHAK;
3. Penyebarluasan informasi;
4. Peningkatan peran serta PARA PIHAK dalam pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika dan penanggulangan Tindak Pidana Terorisme;
5. Deteksi dini atas penyalahgunaan dan peredaran gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika;
6. Pemanfaatan sarana dan prasarana milik PARA PIHAK; dan
7. Kegiatan lain yang disepakati PARA PIHAK.

Disaksikan puluhan pejabat kedua instansi, kegiatan penandatanganan nota kesepahaman tersebut berlanjut dengan pemberian cinderamata serta foto bersama. Ditemui di akhir acara, baik Kepala BNPT dan Kepala BNN menyepakati masalah narkotika dan radikalisme membutuhkan kolaborasi kerja sama. Terciptanya masyarakat dan negara yang bebas dari bahaya radikalisme dan narkotika serta imun terhadap keduanya diharapkan dapat tercipta dari upaya kerja sama.

“Kita kerjasamakan dan fasilitas apapun yang ada di BNPT dan BNN akan kita kolaborasikan, termaksud aktivitas aktivitas di lapangan, dan mudah mudahan harapan kita tentunya semakin banyak kesadaran masyarakat mengerti masalah bahaya narkoba dan intoleransi dan radikalisme, sehingga akan memiliki imunitas untuk menghadapi itu semua,” ujar Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H.

“Baik, saya kira obyek dari BNPT dengan BNN itu sama dan menjadi PR kita bersama kita saling bahu-membahu untuk menyelamatkan demografi kita sesuai dengan harapan Bapak Presiden, 2040 kita bisa mendapatkan bonus dan bisa menjadi 4 atau 5 besar ekonomi dunia ini akan terwujud kalau modus demografi kita terhindar dari pengaruh radikalisme dan intoleran, dan dari narkoba sehingga mereka bisa kuat menjadi SDM yang unggul,” Sambut Kepala BNN, Komjen Pol Drs. Heru Winarko, S.H.