Surabaya – Memasuki tahapan pelaksanaan dan impelementasi program, Tim Sinergisitas 36 K/L menggelar rapat koordinasi. Dalam rapat kali ini membahas keterpaduan pelibatan serta penyampaian rencana aksi di lokus terbaru program Sinergisitas 2019 yakni Provinsi Jawa Timur.

Bertempat di Kantor Gubernur Provinsi Jawa Timur, Bubutan, Surabaya Jawa Timur, rapat koordinasi digelar pada Selasa (23/4) siang. Dalam rapat koordinasi, peserta rapat terdiri dari perwakilan kementerian/lembaga, dan pemerintah daerah.

Rapat diawali dengan pemberian sambutan oleh Wakil Gubernur Jawa Timur, Dr. Emil Elestianto Dardak, M.Sc. sebagai wakil dari Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa. Dalam sambutannya ia mengapresiasi upaya pemerintah melalui BNPT dengan adanya program Sinergisitas 36 K/L. Hal ini menurutnya sesuai dengan tugas dari pemerintah provinsi yang bertugas melindungi masyarakat.

Lebih lanjut, pendekatan yang digunakan oleh BNPT melalui sinergisitas dinilai baik olehnya yang mana menangani permasalahan radikal terorisme tidak hanya di hilir namun juga di hulu. Penanganan masalah terorisme di hulu menurutnya dengan memanusiakan masyarakat serta pengembangan energi di tengah generasi muda untuk mencegah percikan infiltrasi radikalisme dunia maya.

“Kita percaya dengan menggunakan segala perangkat yang melindungi rakyat Indonesia dari bahaya terorisme tetapi juga penggunaan soft power (pencegahan) untuk membentengi diri dari infiltrasi. Kami senang ada 5 daerah yang menjadi fokus area tetapi juga Kementerian/Lembaga itu turun untuk bersama melihat pendekatan yang dilakukan itu komprehensif,” ujar Emil.

Melalui kegiatan Rapat Koordinasi Sinergisitas, sebagai bentuk untuk mengurai permasalahan dari identifikasi permasalahan di hulu dengan melibatkan lembaga. Hal ini dikatakan Kepala BNPT sebagai bentuk koordinasi bersama-sama untuk menggarap hulu permasalahan.

“Hilir itu bukan digarap terus-menerus tapi kita juga garap di hulu, dan sekarang kita menggarap di 5 daerah, di kota Surabaya, Kabupaten Malang, Kabupaten Sidoarjo, Kabupaten Lamongan, dan Kabupaten Probolinggo. Mudah-mudahan dengan upaya ini kita bisa mengurai permasalahan di hulu itu hingga menerima masukan-masukan juga,” ujar Kepala BNPT.

Dilanjutkan dengan sambutan Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. yang mengapresiasi upaya identifikasi permasalahan radikal terorisme yang dapat disebabkan oleh beberapa faktor oleh Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Terkait dengan generasi muda, Kepala BNPT juga sepakat agar terus mendapat perhatian hingga terhindar dari paparan radikalisme.

Ditemui usai acara, Sestama BNPT selakj Ketua Tim Sinergisitas, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi mengatakan dengan digelarnya rapat koordinasi hari ini, program Sinergisitas memasuki tahapan implementasi.

“Kita menerima respon positif sejauh ini dari berbagai pihak, dari pemerintah daerah dan Kementerian/Lembaga. Setelah kita melakukan banyak sekali diskusi, sudah menandatangani Rencana Aksi, kita sekarang memasuki tahapan implementasi apa-apa saja yang sudah direncanakan dari Kementerian/Lembaga,” tutup Sestama BNPT.