Bima – Program Sinergisitas 36 Kementerian/Lembaga tidak hanya memerhatikan pemenuhan kebutuhan dari sisi infrastruktur sarana maupun prasarana namun juga perlu diperhatikan pula peningkatan kualitas sumber daya manusia di wilayah sasaran. Pendidikan dinilai menjadi sebuah aspek penting dalam membangun ketahanan individu maupun keluarga dari masuknya nilai-nilai yang tidak sesuai dengan kearifan lokal maupun nilai-nilai kebangsaan. Oleh karena itu menciptakan peluang pendidikan yang lebih tinggi perlu diwujudkan sehingga dapat melihat berbagai perspektif dalam menyelesaikan permasalahan-permasalahan bangsa yang harus dihadapi secara sinergis dan komprehensif. Melalui pendidikan yang baik maka negara yang maju, berdaulat, aman, dan damai dapat diwujudkan.

Setelah melakukan silaturahmi dengan tokoh agama dan tokoh masyarakat pada hari sebelumnya, Tim Sinergisitas K/L yang dipimpin oleh Dr. A. Adang Supriyadi selaku Ketua Tim Sinergisitas kembali bersilaturahmi kali ini dengan para santriwan dan santriwati dari pondok pesantren yang berada di seputar Kota dan Kabupaten Bima. Acara diselenggarakan di lokasi yang sama, yaitu Pondok Pesantren Al-Madinah, Desa Kananga, Kecamatan Bolo, Kabupaten Bima, Nusa Tenggara Barat pada Rabu (11/09) pagi.

Sebelum memasuki Silaturahmi, Dr. A. Adang Supriyadi mengajak para pengajar untuk berdiskusi sebagai wadah menyampaikan aspirasi. Di antara para pengajar tersebut terdapat guru honorer yang telah mengajar selama 13 tahun sejak Ponpes Al-Madinah berdiri di tahun 2006. Kepada para pengajar, mantan Dosen Universitas Pertahanan tersebut memberikan motivasi serta mendiskusikan kendala yang dialami para pengajar.

“Kami berupaya menjembatani kebutuhan dan kendala dari pengajar di sini agar dapat lebih sejahtera dan tentunya mendukung perbaikan kualitas pengajar sehingga menghasilkan bibit generasi yang berkualitas pula. Namun terhadap kendala yang di alami penting pula pengajar terus menuntut ilmu lebih tinggi lagi, untuk bisa S2, S3, why not?” ujar Dr. A. Adang Supriyadi.

Setelah bertemu dengan para guru dari Pondok Pesantren Al-Madinah, Ketua Tim Sinergisitas beserta rombongan menjumpai para santri yang berasal dari beberapa pondok pesantren di sekitar daerah Dompu, Donggo, dan Bima yaitu Pondok Pesantren Darul Hikmah, Pondok Pesantren Al Ikhlas, Pondok Pesantren Al Ghoniyyu dan Pondok Pesantren Al-Madinah.

Dr. A. Adang Supriyadi memberikan motivasi kepada para santri untuk tetap semangat menempuh pendidikan setinggi-tingginya. Seiring hal tersebut, di sisi lain, akhlak juga harus dipertahankan dan dikuatkan karena banyak sekali distraksi eksternal apalagi narasi-narasi intoleransi dan kekerasan yang mudah mempengaruhi anak muda berlalu-lalang di dunia maya.

Dengan tuntutan perkembangan zaman saat ini, kemajuan teknologi dan informasi khususnya internet harusnya dapat dimanfaatkan dengan bijaksana oleh para santri. “Kita harus hati-hati dengan penyebaran hal-hal negatif yang tidak jelas melalui media online, banyak yang tersebar melalui jaringan di dunia maya. Saya minta tolong untuk hindari hal-hal seperti itu. Justru kita harusnya bisa memanfaatkan internet dengan belajar bahasa Inggris atau bahasa Arab melalui google,” imbau Ketua Tim Sinergisitas.

Selanjutnya Mantan Dosen Universitas Pertahanan tersebut menambahkan bahwa berbagai macam upaya untuk mendukung kesejahteraan santri di pondok pesantren khususnya dalam aspek pendidikan akan di fasilitasi. Salah satunya melalui dukungan beasiswa bagi para santri sampai pendidikan lanjut di perguruan tinggi bahkan sampai profesor.

Hal ini nantinya akan didukung sepenuhnya oleh Kementerian Agama dan Kemenristekdikti. Tidak lain, maksud dari rencana pemberian beasiswa nantinya oleh Tim Sinergisitas K/L sebagai salah satu upaya membentuk kampung madani. Dengan ilmu yang diperoleh para santri nantinya agar dapat kembali membangun pesantren dan kampungnya agar mandiri atau istilahnya adalah madani.

“Saya ingin kalian semuanya menjadi doktor bahkan menjadi profesor lalu kembali lagi ke pesantrennya masing-masing untuk membangun kampungnya agar jadi kampung madani, kampung yang bisa dibanggakan,” harap Dr. A. Adang Supriyadi.

Prof. Dr. Irfan Idris, Guru Besar UIN Alauddin Makassar kemudian berbagi pengalaman kepada para santri dalam menuntut ilmu. “Kalian generasi milenial sedang menghadapi dunia yang sangat maju, dunia harus ada di dalam genggaman kita. Jangan dikuasai oleh dunia, karena dunia hanya tempat singgah. Kedepannya kalian harus jadi ulama yang intelek, dan intelek yang ulama. Kriterianya adalah harus belajar terus seumur hidup, long life education, jadi jangan pernah berhenti belajar karena kalian harus jadi pemimpin agar dapat mencerahkan lainnya,” ujar memberikan motivasi bagi para santri.

Pada kesempatan kali ini, Ketua Tim Sinergisitas, Dr. A. Adang Supriyadi dikukuhkan  oleh Ustadz Syamsuddin Ahz, A.Ma., selaku Ketua Forum Kerja Sama Pondok Pesantren (FKSP) Kabupaten Bima sebagai Guru Besar Pondok Pesantren. Penghormatan diberikan oleh para ustad dan santri atas kepeduliannya terhadap kesejahteraan pondok pesantren di Bima.