Jakarta – Sejak tahun 2016, BNPT telah menyelenggaraan Program Sinergisitas sebagai salah satu upaya penanggulangan terorisme merupakan usaha luar biasa yang menggerakkan 36 K/L. Sesuai Perintah Menko Polhukam, program Sinergisitas berusaha untuk mencegah dan mengurangi paham radikal terorisme di provinsi tertentu dengan rencana aksi 36 K/L yang sesuai dengan kebutuhan provinsi yang menjadi sasaran.

Terbukti program ini telah menuai keberhasilan dan apresiasi pemerintah dalam program deradikalisasi akan adanya paham radikal terorisme di Indonesia. Untuk mengoptimalkan kembali program ini, Badan Nasional Penanggulangan Terorisme kembali menjalankan Program Sinergisitas Antarkementerian/Lembaga di 3 Provinsi wilayah sasaran, yakni Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur.

Untuk menghasilkan program Sinergisitas yang tepat sasaran, dan sesuai dengan kebutuhan, Tim Sinergisitas BNPT menggelar Rapat Koordinasi Verifikasi Penyusunan Rencana Aksi bersama 38 perwakilan dari Kementerian/Lembaga Tahun 2020, di Hotel Aryaduta Jakarta pada Kamis (7/11) pagi.

Rapat dibuka oleh Sekretaris Utama BNPT, Marsda TNI Drs. A. Adang Supriyadi selaku Ketua Tim Sinergisitas. Dalam sambutannya, Sestama BNPT menjelaskan metode The Place Pyramid yang ia gunakan dalam program Sinergisitas ini. Dalam riset Sestama, aksi teror akan tumbuh berdasarkan dua objek yakni pondation of state dan civil sociality.

Metode tersebut digunakan sebagai landasan permasalahan di setiap wilayah agar penanganan yang dilakukan tepat sasaran. Ini dikarenakan program deradikalisasi yang tidak bisa diselesaikan hanya dalam jangka waktu 1 atau 2 tahun. Dalam sambutannya, Sestama BNPT berpesan kepada peserta agar dapat mengoptimalkan rencana aksi ini sematang mungkin.

“Karena itu saya bekerja berdasarkan metode yang akan saya kerjakan dan tidak mau akhirnya kita akan mencari sasaran yang tidak jelas dan tidak tahu maksudnya oleh karena itu tidak bisa kita lakukan ini setahun atau dua tahun. Ini perlu waktu sampai 5 tahun nantinya agar nantinya bisa menjadi Desa Madani atau kota Madani kita coba ini bersama-sama K/L,” ujar Sestama BNPT.

Tak hanya itu, beliau juga menjelaskan di tahun 2019, sebanyak 474 rencana aksi sudah dikerjakan. Tahapan rencana aksi yang akan dilakukan pada tahun 2020 mendatang berada di tahapan leadership , yang artinya seluruh anggota tim sinergisitas Kementerian/Lembaga akan menjadi leader untuk bisa mengetahui akar permasalahan dari hilirnya. Dikarenakan dari 14 langkah yang telah disusun, menyisakan 4 langkah lagi yang harus dilaksanakan.

“Leader-leader di K/L ini untuk bertemu leader yang ada di hilir yaitu para tokoh-tokoh termasuk pemerintah daerah kita akan diskusikan untuk tahun 2020 lalu apa yang akan didiskusikan yaitu tentang rencana aksi yang kita akan lakukan ini sesuai dengan 14 langkah yang nantinya akan dikerjakan di hilir sudah sampai 10 langkah tinggal 4 langkah lagi untuk kita dekatkan lagi kepada mereka,” tambah Sestama BNPT sebelum mengakhiri sambutannya.

Dilanjutkan paparan Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT sekaligus Sekretaris Sinergisitas, Bangbang Surono, Ak., M.M., yang menjelaskan kembali kepada peserta mengenai Sinergisitas BNPT, dan pergerakan aksi terorisme di Indonesia. Dalam paparannya, Bangbang Surono menyampaikan ungkapan terima kasih atas keikutsertaan para peserta, dan berharap agar susunan rencana aksi bisa segera dirampungkan agar kegiatan ini dapat segera diproses.

“Terlepas dari pertemuan hari ini para bapak dan ibu perwakilan dari kementerian dan lembaga yang hadir bisa menginformasikan kepada jajarannya di lingkungan tempat mereka bekerja agar segera validasi kira-kira rencana aksi yang sudah didiskusikan pada hari ini apakah bisa disetujui untuk berkirim surat kepada BNPT untuk menyatakan kesiapan mereka agar rencana aksi ini bisa dilaksanakan pada tahun 2020,” ungkap Karoren BNPT.

Setelah itu, acara dilanjutkan dengan penyampaian susunan rencana aksi dari setiap Kementerian/Lembaga yang dipimpin oleh Agus Purwanto selaku Kabag Data dan Pelaporan BNPT. Para peserta pun menyampaikan susunan aksi mereka yang sudah dirancang untuk segera dilaksanakan dan telah disesuaikan dengan anggaran masing-masing Kementerian/Lembaga. Acara pun ditutup oleh Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Humas BNPT sekaligus Sekretaris Sinergisitas, Bangbang Suron, Ak., M.M.

Di tahun ini, Program Sinergisitas masih dilakukan di 3 Provinsi yakni Sulawesi Tengah, Nusa Tenggara Barat, dan Jawa Timur. Hanya saja di tahun 2020 mendatang, ada penambahan 1 wilayah di Jawa Timur yaitu Kabupaten Magetan.

Keberhasilan program ini pun ditandai dengan bergabungnya 2 kementerian baru yakni Kementerian Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi (Kemendes) dan Kementerian Pertanian (Kementan), di dalam tim Sinergisitas, yang semula berjumlah 36, kini menjadi 38 Kementerian/Lembaga.