Jakarta – Usai menandatangani MoU dengan Menteri Luar Negeri Indonesia, Retno Marsudirini, Sekretaris Jenderal Gulf Cooperation Council (GCC) H.E. Abdul Latif bin Rashid Al Zayani menyambangi Kantor BNPT Jakarta pada Jumat (29/8) dalam rangkaian kunjungan kerjanya di Indonesia. Kunjungan kerja tersebut bertujuan untuk membahas isu terorisme dan perkembangan penanggulangan terorisme di Indonesia sebagai isu politik dan keamanan.

Delegasi GCC yang dipimpin H.E. Abdul Latif bin Rashid Al Zayani menerima sambutan hangat dari Deputi Bidang Kerja Sama Internasional, Andhika Chrisnayudhanto, didampingi oleh jajaran BNPT serta perwakilan dari Direktorat KSIA Aspasaf Kemenlu dan Perwakilan KBRI Riyadh.

Mewakili Kepala BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, menyampaikan selamat atas penandatanganan MoU Mekanisme Dialog dengan RI. Nota Kesepahaman ini merupakan langkah maju dalam meningkatkan hubungan dan kerja sama kedua belah pihak serta kiranya dapat segera ditindaklanjuti dengan perjanjian dan kerja sama yang lebih teknis.

Membahas perkembangan penanggulangan terorisme, Deputi Bidang Kerja Sama Internasional tersebut menyampaikan beberapa program dan upaya yang berhasil tercapai oleh BNPT dalam mencegah dan menanggulangi terorisme. Disampaikan dalam presentasi diantaranya persiapan Rencana Aksi Nasional menanggulangi ekstremisme berbasis kekerasan, model terapan program deradikalisasi dua pesantren di Sumatera Utara dan Jawa Timur, pembentukan Duta Dunia Maya Asia Tenggara dan pelibatan sebanyak 816 pemuda pemudi dalam Duta Damai.

Usai paparan, delegasi GCC menyampaikan telah lama mengikuti perkembangan dan prestasi kerja BNPT dalam penanggulangan terorisme. Lebih lanjut pihaknya mengatakan hasil kerja BNPT telah andil berkontribusi menciptakan keamanan dan ketertiban dunia.

Dalam perkembangan global dan kawasan, upaya para pelaku terorisme saat telah memasuki berbagai sendi kehidupan termasuk pembajakan agama untuk kepentingan sesat. Ancaman nyata bahaya terorisme yang tercermin darj kejadian di berbagai belahan dunia baru-baru ini memotivasi perlunya melakukan kerja sama memerangi terorisme dengan berbagai pihak.

Menyetujui dengan pendekatan-pendekatan BNPT, Sekjen GCC menyampaikan apresiasi dan kagum atas pendekatan lunak dalam program BNPT yang melibatkan pemuda-pemudi di dunia maya, prgram rekonsiliasi nasional, dan program pemberdayaan masyarakat.

Sekjen GCC menawarkan kerja sama yang lebih luas kepada BNPT khususnya dalam program deradikalisasi mengingat GCC memiliki “Center of Excellence”. Selain itu, GCC juga akan membantu dalam menjalin kerja sama bilateral dengan negara-negara anggota GCC baik yang selama ini sedang dilakukan penjajakan maupun yang sama sekali belum pernah dilakukan upaya-upaya kerja sama dari kedua belah pihak.

Gulf Cooperation Council (GCC) merupakan organisasi Kawasan yang beranggotakan 6 Negara di kawasan Teluk (Saudi Arabia, Bahrain, Kuwait, Qatar, Oman dan UAE) baru saja menandatangani MoU Mekanisme Dialog dengan Republik Indonesia pada Kamis (28/8). Ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI dan Sekretaris Jenderal GCC, kerja sama akan meliputi dialog isu-isu yang menjadi perhatian bersama termasuk politik dan keamanan.

Implementasi MoU akan dilakukan dengan penyusunan bersama Plan of Action 2019-2022 yang meliputi area kerja sama Political and Security Dialogue; Economic, Trade and Investment; Agricultural and Food Security; Tourism; Culture; Education, Training and Development; Health.

Kerja sama dalam penanggulangan terorisme dengan organisasi kawasan seperti GCC adalah langkah positif yang perlu dikembangkan guna menjalin kerja sama yang lebih teknis secara bilateral dengan negara-negara anggota organisasi Kawasan.