Jakarta – Salah satu tugas pokok dan fungsi BNPT menurut Undang-Undang Nomor 5 Tahun 2018 ialah melakukan koordinasi dengan lembaga penegak hukum dan Kementerian/Lembaga terkait. Sebagai bagian dari upaya penanggulangan terorisme, Bagian Hubungan Masyarakat BNPT yang tergabung dalam Badan Koordinasi Hubungan Masyarakat (Bakohumas) Kementerian Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia mengadakan Rapat Koordinasi Sinergisitas Hubungan Masyarakat bagi para peserta Bakohumas Kementerian dan Lembaga lainnya.

Bertempat di Ruang Downing Hotel Ashley, Jakarta, Forum Tematik Bakohumas digelar pada Kamis (20/9) pagi. BNPT sebagai pelaksana kali ini mendedikasikan forum tematik dalam rangka pencegahan pemahaman radikal pada usia dini dengan judul “Lindungi Anak-Anak dari Pemahaman Radikal Terorisme ”.

Acara yang mengundang sejumlah narasumber tersebut dihadiri oleh Kepala BNPT, Komjen. Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. dan Ketua Pelaksana Bakohumas Kementerian Komunikasi dan Informasi, Drs. Selamatta Sembiring, M.SI.

Rapat Koordinasi diawali dengan kata sambutan dari Drs. Selamatta Sembiring, M.SI. Senada dengan tema yang diangkat, dalam sambutannya ia mengatakan generasi muda seperti generasi Z sebagai contoh memerlukan upaya pencegahan dari paparan radikal terorisme. Radikal terorisme tersebut menurutnya sangat berbahaya dan masif di dunia maya mengancam keberagaman umat dan agama di Indonesia.

“Generasi Z itu dipengaruhi dari lingkungan dan sekitarnya, tapi utamanya dari gadget dan internet. Data dari Kemenko Polhukam menunjukkan 90% narasi dan konten media sosial itu penuh ujaran kebencian, hoax, hasutan dan radikalisme, sekaligus kita sosialisasikan pesan pencegahan ini,” ujarnya.

Sambutan selanjutnya adalah dari Kepala BNPT yang sekaligus membuka secara resmi Rakor Bakohumas kali ini. Dalam sambutannya Kepala BNPT mengingatkan peran Hubungan Masyarakat (Humas) tidak boleh dipandang remeh. Apabila dikerahkan secara maksimal dan satu suara, menurut mantan Kadiv Humas Polri tersebut, pengaruh Humas bagi masyarakat dan internal lembaga dapat memberikan hasil yang signifikan.

“Humas itu jangan disepelekan, saya dulu Kepala Divisi Humas Polri jadi saya paham bagaimana pengaruh dari humas, sebagai humas kita tidak boleh pasif dan perlu kreativitas di dalamnya,” ujar Kepala BNPT.

Mantan Sestama Lemhannas tersebut kemudian memperingatkan fenomena infiltrasi radikalisme di kalangan generasi muda. Hal ini menurutnya tak lepas dari pengaruh dunia digital yang mampu mereduksi, mempengaruhi dan meningkatkan keterlibatan anak dalam radikal terorisme. Dalam hal ini, Humas Kementerian/Lembaga dapat membantu menyosialisasikan akan bahaya radikal terorisme dan sekaligus meningkatkan kewaspadaan masyarakat.

“Kita satukan suara, radikalisme negatif yang kita lawan ialah yang anti Pancasila, anti NKRI, intoleransi dan nilai-nilai takfiri. Urusan ini sudah menginfiltrasi anak usia dini, kita bakohumas bisa bantu cari formula yang tepat dari segi kehumasan untuk mencari treatment yang cocok supaya sosialisasi ini dapat mengurangi bahaya infiltrasi tersebut,” tegas Komjen Pol. Suhardi Alius.

Mengisi acara terdapat beberapa tokoh dan akademisi yang diundang untuk hadir sebagai narasumber. Di antaranya ialah Brigjen Pol. Ir. Hamli, M.E., Direktur Pencegahan Badan Nasional Penanggulangan Terorisme, Prof. Dr. Hamdi Muluk, M.Si., Guru Besar Fakultas Psikologi Universitas Indonesia, Dr. Susanto, M.A., Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia dan Dra. Tri Iswardani A, M.Si., Ahli Psikolog Perkembangan.

Paparan dari 4 narasumber tersebut di pandu oleh moderator dan merupakan Psikolog terkemuka, Poppy Amalya. Masing-masing narasumber membahas aspek-aspek yang berkaitan dengan radikal terorisme di tengah anak usia dini. Mulai dari tahapan radikalisasi anak, implikasi anak yang dikelilingi radikalisme, pencegahan dan perlindungan anak dari infiltrasi radikal terorisme dan lainnya.

Di penghujung acara, Rakor Bakohumas diakhiri dengan kata penutup dari Kepala Biro Perencanaan, Hukum, dan Hubungan Masyarakat BNPT. Ia mengatakan peserta Bakohumas diharapkan sebagai ujung tombak sosialisasi dan diseminasi informasi dan dapat memahami pentingnya perlindungan anak dari pemahaman radikal terorisme.

“Humas adalah corong, garda terdepan untuk menyosialisasikan pesan di lingkungan internal lembaga dan lebih jauhnya untuk masyarakat. Kita harus terus berkiprah, tidak hanya aktif mengikuti kegiatan melainkan juga terus berinovasi dan berinisiasi untuk mencerdaskan setidaknya lingkungan masing-masing,” tutup Karoren BNPT.

Kegiatan ini dilaksanakan dalam rangka peran serta aktif bagian Hukum dan Humas pada Biro Perencanaan Hukum dan Humas, Kesettamaan BNPT dalam menyikapi isu berkembang di tengah masyarakat. Melalui Forum Bakohumas ini diharapkan terjalin kemitraan yang handal dari tiap Kementerian/Lembaga sebagai garda terdepan perihal perumusan, penyusunan, pembuatan dan penyebarluasan informasi kehumasan dalam hal pencegahan infiltrasi radikal terorisme di kalangan anak-anak.