Jakarta – Dalam rangka penyusunan perjanjian kinerja Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) Tahun Anggaran 2019, BNPT menggelar kegiatan rapat penyusunan Indikator Kinerja Utama (IKU) di Hotel Royal Kuningan, Jakarta pada Jumat (28/12/2018) pagi.

Kegiatan ini dibuka oleh Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M. H., dan dihadiri para pejabat pimpinan tinggi madya, pejabat pimpinan tinggi pratama, adminstrator dan pengawas BNPT sebagai peserta. Dalam sambutannya Kepala BNPT mengatakan tujuan kegiatan ini untuk untuk menyusun indikator setiap organisasi berdasarkan peraturan pemerintah.

“Prioritas apa yang kita kerjakan bagaimana mengerjakan dan bagaimana mengecek hasilnya karena indikator inilah yang menjadi panduan kita. Sehingga apa yang kita dapatkan pemerintah betul-betul bermanfaat sesuai dengan tujuannya, “ucap Suhardi Alius.

Lebih lanjut, Suhardi Alius menegaskan semua unit BNPT harus bisa mengerjakan dan mengembangkan bagaimana semua kedeputian dan perangkat kebawahnya mampu menyusun bagaimana pencapaian di tahun depan.

“Nah semua itu kita sesuaikan ada budgetnya permintaanya 20 ternyata budgetnya cuma 10, mana prioritas apa yang sudah dikerjakan nah disinilah kita evaluasi disini kita punya panduan dalam organisasi itu planning perencanaan itu sangat menentukan 50% menetukan keberhasilan selanjutnya kan pelaksanaan dan evaluasi,” tegas Suhardi.

Beliau menambahkan oleh sebab itu dengan perencanaan yg baik, harus mempunyai indikator yang baik sehingga kita bisa punya panduan untuk mencapai tujuan.

Menurutnya pada tahun 2017 BNPT telah menargetkan pencapaian untuk tahun 2018, sehingga selama tahun 2018 BNPT telah mencapai 99 persen target yang artinya apa yang kita rencanakan berjalan sesuai dengan harapan.

Sambil menutup sambutannya, Mantan Sestama Lemhannas RI berharap target dan pencapaian BNPT di tahun 2019 dapat terlaksana dan lebih baik lagi dari tahun sebelumnya.

“Targetnya tentu semua dimaksimalkan tentu untuk semua lini, untuk sestama mendukung semua organisasi, kedeputian 1 pencegahan kita akan maksimalkan kontra radikalisasi bagaimana kita menyebarkan paham-paham kepada yg belum terpapar untuk lebih hati-hati untuk memilah memilih informasi yg masuk, kemudian untuk deradikalisasi untuk para mantan napiter untuk lebih baik pada sebelumnya, ” tutup Kepala BNPT.