Jakarta – Indonesia dan Amerika Serikat telah menjalin hubungan yang baik melalui pelaksanaaan kerja sama dalam penanggulangan terorisme. Hal ini dibuktikan dengan intensitas pertukaran informasi dan pengalaman, penguatan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia serta kunjungan kerja antara kedua negara. Kali ini BNPT menerima kunjungan Deputi Koordinator Counter Violent Extremism (CVE) dari Biro Penanggulangan Terorisme Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Bertempat di salah satu Gedung Kementerian di Jakarta, Kepala BNPT, Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H. didampingi Deputi Kerja Sama Internasional BNPT, Andhika Chrisnayudhanto, menyambut Delegasi Amerika Serikat pada Kamis (10/10) pagi. Jajaran delegasi Amerika Serikat yang hadir dipimpin oleh Deputi Koordinator Counter Violent Extremism (CVE) dari Biro Penanggulangan Terorisme Departemen Luar Negeri Amerika Serikat, Christopher Harnisch dan Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia, Joseph R. Donovan Jr.

Dalam kunjungan ini jajaran BNPT dan delegasi mendiskusikan kerja sama yang telah berjalan di antara kedua belah negara. Turut dibahas dalam diskusi ialah pendekatan lunak yang digunakan BNPT, Foreign Terrorist Fighters (FTF), Returnees serta program Deradikalisasi.

Di akhir kunjungan, Deputi Koordinator Counter Violent Extremism (CVE) menyampaikan kedudukan Indonesia sebagai mitra utama dalam penanggulangan terorisme. Kunjungan ini bertujuan untuk memperkuat dan mempererat hubungan kerja sama. Terkait pendekatan yang dilakukan BNPT, ia menilai bahwa BNPT telah melakukan penanggulangan dengan baik.

“Indonesia menempuh pendekatan yang tepat, yang juga merangkul masyarakat sipil dengan pendekatan kemasyarakatan. Hubungan ini akan terus berkembang, dengan Kepala BNPT sebagai pimpinan yang hebat, kita akan terus mempererat hubungan,” ujar Christopher Harnisch.