Jakarta – Bahaya infiltrasi radikal terorisme perlu diawasi khususnya kepada generasi penerus bangsa. Anak muda sebagai salah satu target utama infiltrasi, perlu dibekali pemahaman utuh terkait bahaya radikal terorisme. Menyadari hal tersebut, Fakultas Teknik Industri Universitas Trisakti (FTI Usakti) mengundang Badan Nasional Penanggulangan Terorisme untuk memberikan paparan.

Bertempat di Ruang Auditorium FTI Lantai 8 Kampus A Universitas Trisakti, Sekretaris Utama BNPT, Marsekal Muda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, hadir memberikan pembekalan. Mengambil tema Deradikalisasi dan Ancaman Terorisme, paparan ini sekaligus mengisi Pekan Mahasiswa Baru 2019 FTI Usakti “Millenial Now, Leaders for Tomorrow”.

Di hadapan 200 mahasiswa Sestama BNPT membuka pembekalan dengan definisi terorisme. Kepada mahasiswa baru tersebut, tahapan proses seseorang menjadi teroris dijelaskan. Hal ini diawali dengan paparan dan infiltrasi nilai-nilai radikalisme negatif.

“Sifat radikalisme ini disebarkan secara sosial. Baik sosial secara lisan atau media sosial dunia maya. Dua-duanya sama berbahaya dan wajib diwaspadai oleh adik-adik selaku penerus bangsa. Bangsa kita luar biasa kaya, luas dan besar, siapa lagi penerusnya kalau bukan kalian?” ujar Sestama BNPT.

Melawan infiltrasi radikalisme negatif, Marsda TNI A. Adang Supriyadi mengatakan mahasiswa perlu menggunakan hati dan nalar serta rasa cinta NKRI. Sebagai mahasiswa baru yang baru memulai perjalanan perguruan tinggi, Sestama BNPT mengajak mereka untuk berkontribusi di masa mendatang.

“BNPT saat ini memiliki beberapa daerah dan desa yang menjadi program perhatian deradikalisasi, cobalah kalian mungkin bisa KKN (Kuliah Kerja Nyata) di daerah tersebut, atau sebagai mahasiswa teknik Industri mungkin skripsinya bisa mengangkat pencegahan pemanfaatan teknlogi oleh kelompok teroris ya?,” tukas Mantan Dosen Universitas Pertahanan UNHAN tersebut.

Asisten Wakil Dekan III, Ir. Sucipto Dwisuryo juga selaku Ketua Pelaksana Pekan Mahasiswa Baru mengungkapkan dibutuhkannya benteng dan ketangguhan bagi mahasiswa baru dalam menghadapi radikal terorisme menjadi penyebab pelibatan BNPT dalam rangkaian acara. Sementara itu Dosen FTI sekaligus moderator paparan, Drs. M. Nadjih mengungkapkan paparan yang disampaikan kepada mahasiswa baru dinilai komrehensif dan menarik.

“Tepat kepada mahasiswa, karena dalam paparan ini disampaikan perspektif penelitan dalam memandang terorisme, sehingga pendekatan riset ini bisa ikut dilakukan oleh mahasiswa,” jelas Drs. M. Nadjih.