Jakarta – Membekali generasi muda dari ancaman infiltrasi radikalisme dan terorisme bukanlah hal yang mudah. Selain sebagai sasaran kelompok radikal, kalangan terdidik muda seperti pelajar dan mahasiswa tak luput memiliki kerentanan. Mengingat hal tersebut, kali ini Sestama BNPT memberikan kuliah umum di salah satu perguruan tinggi pertahanan Indonesia, Universitas Pertahanan.

Bertempat di Auditorium Universitas Pertahanan, Kampus Sentul, Bogor, Jawa Barat kuliah umum diberikan pada pada Jumat (22/7). Sestama BNPT Marsda TNI DR. A. Adang Supriyadi hadir mengisi pembekalan pada Kuliah Umum yang diberikan kepada 268 mahasiswa dan 99 jajaran pejabat dan dosen Unhan. Dalam kuliah umum ini Sestama BNPT membahas bahaya radikal terorisme.

Kuliah umum awali dengan kata sambutan Kepala Lembaga Pengembangan Pendidikan dan Penjaminan Mutu Unhan Laksda TNI Suyono Thamrin. Di samping menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih, beliau mengimbau seluruh mahasiswa dan civitas akademika untuk menyimak materi yang diberikan yang dapat menunjang ilmu perkuliahan.

Memasuki sesi paparan Sestama BNPT menjelaskan BNPT sebagai instansi pemangku kepentingan penanggulangan terorisme. Peran BNPT, tugas pokok dan fungsi BNPT adalah segelintir pengetahuan umum BNPT yang disampaikan.

Kepada mahasiswa dan civitas Kampus Bela Negara Unhan, Mantan Dosen Fakultas Teknologi Unhan tersebut menjelaskan kondisi radikal terorisme saat ini. Di antara yang disampaikan, kondisi pra-radikal dan radikal saat ini mencapai kondisi massif. Disampaikan pada para pelajar agar berpegang teguh pada nilai bela negara dan kebangsaan.

“Radikalisme yang kita hindari meliputi intoleransi, anti NKRI, anti Pancasaila dan nilai-nilai takfiri, ini dihindari. Yang positif, dengan bela negara, tekun belajar, gotong royong, melestarikan kearifan local, disini kita harus radikal,” ujar Sestama BNPT

Ditemui usai kegiatan, Marsda TNI A. Adang Supriyadi menyampaikan kuliah umum yang diberikan hari ini dapat menjadi bibit kerja sama di antara BNPT dengan Unhan. BNPT yang melakukan pencegahan di berbagai daerah di Indonesia yang berpotensi radikal dikatakannya dapat menerima wawasan bela negara.

“Mungkin aka nada diskusi lanjutan dengan Unhan, ini kan kampus bela negara, di daerah-daerah yang BNPT kunjungi jugamembutuhkan nilai kebangsaan dan wawasan bela negara,” tutup Sestama BNPT.