Bandung – Infiltrasi radikalisme dan terorisme yang menyeluruh tidak luput pula mengancam lingkungan pendidikan. Perguruan tinggi salah satunya, memiliki ancaman serupa yaitu masuknya bibit-bibit radikalisme dan terorisme di kalangan akademisi baik mahasiswa maupun tenaga pengajar. Oleh karena itu pada musim penerimaan mahasiswa baru Kepala BNPT mengunjungi perguruan-perguruan tinggi untuk membekali mahasiswa dan segenap civitas. Kali ini, Kepala BNPT mengunjungi Universitas Widyatama Bandung untuk memberikan pembekalan resonansi kebangsaan serta bahaya radikalisme dan terorisme.

Pada kehadiran Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H. pada Kamis (6/9) pagi, segenap jajaran pimpinan Yayasan Widyatama menyambut kedatangan Kepala BNPT. Di antaranya yang menyambut ialah Ketua Pelaksana Harian Yayasan Widyatama Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga S.IP., M.SI., Rektor Widyatama Dr. Islahuzeaman S.E., M.Ak. CA. CPA., Wakil Rektor I Djoko S. Riespinoedji S.E. P.G. D.I.P., Wakil Rektor II Prof. Dr. Heizam, K.

Sebelum memulai pembekalan, Kepala BNPT dikejutkan dengan permintaan dari pihak Universitas Widyatama untuk meresmikan salah satu gedung kampus. Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa yang baru selesai dibangun tersebut terdiri dari 6 lantai pada 6 September 2018 diresmikan oleh Kepala BNPT. Peresmian tersebut terdiri dari pemberian sambutan dari Ketua Pelaksana Harian Yayasan Widyatama, pengguntingan pita peresmian serta penandatanganan prasasti peresmian gedung baru.

Dalam sambutan peresmian Ketua Pelaksana Harian Yayasan Widyatama Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga mengatakan penunjukan Kepala BNPT untuk meresmikan bukan tanpa maksud. Ia mengatakan berdasarkan berbagai penelitian, civitas akademika Kampus Widyatama ditemukan terbebas dari bibit dan bintik radikalisme dan terorisme baik itu mahasiswa maupun tenaga pengajar. Pernyataan ini juga didukung berdasarkan penelusuran jejak dijital civitas Universitas Widyatama.

“Pada kunjungan Koramil sebelumnya, kampus Widyatama dinyatakan bebas dari radikalisme dan terorisme. Dan kami berencana dan berupaya untuk terus mempertahankan status tersebut. Peresmian gedung oleh Kepala BNPT ini dapat menjadi semangat kami untuk terus menjaganya,” ujar Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga.

Usai melakukan peresmian, Kepala BNPT beranjak ke Gedung Serba Guna (GSG) Universitas Widyatama untuk memberikan pembekalan. Di awal pembekalan, mantan Sestama Lemhanas tersebut mengajak mahasiswa untuk menyiapkan diri menghadapi tantangan dan ancaman global. Selain tantangan berprofesi, sebagai mahasiswa baru Kepala BNPT meminta agar mereka mampu mengenali bahaya radikalisme dan terorisme sebagai ancaman global yang nyata dalam kehidupan sehari-hari.

“Kalau tantangan berprofesi itu dibutuhkan knowledge dan skill, tapi jangan lupa akhlak yg baik. Akhlak yang baik, moral, rasa nasionalisme dan kearifan lokal, lebih baik lagi dalam membentengi diri menghadapi ancaman seperti radikalisme dan terorisme, ini nyata dan jangan dianggap remeh,” ujar Kepala BNPT.

Untuk membekali 4000 mahasiswa baru dan civitas akademika yang turut hadir, Kepala BNPT memberikan informasi terkait gejala dan identifikasi adanya radikalisme di sekeliling. Merujuk pada zaman sekarang, Kepala BNPT juga mengingatkan bahwa radikalisme dan terorisme dapat ditemui di dunia maya, termasuk media sosial. Oleh karena itu, Kepala BNPT mengajak segenap mahasiswa dan civitas akademika untuk mewaspadai sekeliling serta dunia maya.

“Karena kalau zaman sekarang semua serba online, termasuk pula infiltrasi radikalisme dan terorisme itu ada di online. Yang bisa kita lakukan adalah bentengi diri sendiri, kenali konten dan narasi, gejala pada teman sendiri, kemudian ingatkan dan laporkan, jangan takut. Kalian generasi penerus bangsa, duta monitor dan melapor, harus mampu,” ujar Drs. Suhardi Alius.

Menutup pembekalan, Kepala BNPT dan Ketua Pelaksana Harian Yayasan Widyatama saling bertukar cinderamata dan mengambil foto bersama dengan segenap jajaran Pengurus Universitas Widyatama serta ribuan mahasiswa.

Ditemui usai pembekalan, Ketua Pelaksana Harian Yayasan Widyatama mengapresiasi pembekalan yang diberikan serta kesediaan Kepala BNPT untuk meresmikan Gedung Pusat Kegiatan Mahasiswa. Terkait dengan pembekalan yang diberikan, Prof. Dr. H. Obsatar Sinaga mengaku menyetujui arahan yang diberikan Kepala BNPT tersebut.

“Saya rasa apabila mahasiswa bisa fokus menyelesaikan kuliah tepat waktu dan fokus berprestasi dan tenaga pengajar kami juga fokus pada kinerja mengajar dan karya jurnal internasional, tidak akan punya waktu untuk menanggapi infiltrasi radikalisme dan terorisme, ini akan kita upayakan terus,” ujar Ketua Pelaksana Harian Yayasan.