Ciawi – Bekerja sama dengan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dalam upaya sosialisasi bahaya radikal terorisme bukanlah hal baru. Hal ini terus diterapkan dengan menyusupkan sosialisasi dalam kurikulum pendidikan pimpinan BUMN. Kali ini, BNPT memberikan sosialisasi yang sama kepada jajaran pimpinan PT. Pupuk Indonesia dari seluruh penjuru Indonesia.

Bertempat di Aula Pendulum Nusantara I, Gedung Learning & Innovation Center Kompleks IPC Corporate University Ciawi, Bogor, Jawa Barat, sosialisasi diselenggarakan pada Selasa (5/11). Sekertaris BNPT, Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi, S.T., M.M. menyampaikan materi kepada 233 pimpinan PT. Pupuk Indonesia perihal Wawasan Kebangsaan dan Bahaya Radikal Terorisme dalam Sharing Session Leadership Development Program.

Sebelum memasuki pembekalan, Sestama BNPT menjelaskan tugas pokok dan fungsi BNPT selaku leading sektor Penanggulangan Terorisme. Meskipun begitu ia menyampaikan masyarakat Indonesia yang berjumlah 260 juta membutuhkan upaya penanggulangan ancaman radikalisme dari seluruh sektor masyarakat dan pemerintah.

“Radikalisme semakin menjalar dengan pesatnya kemajuan teknologi, ini salah satu pengaruhnya, aspek negatif kemajuan teknologi yang disalahgunakan pihak tidak bertanggungjawab. Dan tidak untuk dianggap remeh, bisa melanda anak dan keluarga kita dan rekan kerja, pemerintahan juga tidak lantas luput dari ancaman ini jadi kita bekali diri dan lingkungan kita,” tutur Sestama BNPT.

Akar permasalahan fenomena terorisme yang kompleks tersebut juga menjadi latar belakang salah satu program BNPT yakni Sinergisitas. Dengan melibatkan 36 K/L dari berbagai stakeholder, upaya ini diharapkan dapat menjadi contoh urgensi kesadaran seluruh aspek warga negara untuk turut serta mencegah penyebaran radikal terorisme.

Sestama BNPT juga menjelaskan pentahapan proses radikalisme individu maupun kelompok guna dapat mengenali keberadaannya. Kepada jajaran pimpinan PT. Pupuk Indonesia, Sestama BNPT mengharapkan agar mereka dapat menghindari dan mencegah radikalisme negatif. Dalam lajur semangat kebangsaan, Dosen Universitas Pertahanan tersebut mengajak segenap jajaran untuk menerapkan radikalisme positif dalam bekerja.

“Negara kita dibangun dari idealisme, dan dorongan untuk merdeka dari penjajahan. Semangat ini dipelihara jadi radikalisme positif yang terus berinovasi untuk kemajuan dan kesatuan bangsa. Kita menghadapi era 4.0, tingkatkan daya saing dan peka terhadap permasalahan bangsa menjadi prioritas,” ujar Marsda TNI A. Adang Supriyadi.

Sosialisasi yang diikuti ratusan pimpinan BOD – 1 dan BOD – 2 PT. Pupuk Indonesia tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab para peserta dengan Sestama BNPT.

Kepala Pembelajaran Manajemen Pengetahuan PT. Pupuk Indonesia, Saifullah Lasindran dalam hal ini mengatakan materi wawasan kebangsaan dan bahaya radikal terorisme penting disampaikan pada program kepemimpinan seperti kali ini.

“Dari ratusan peserta ada 10 anak usaha yang tergabung dari seluruh Indonesia ikut dalam kegiatan ini. Ini pembelajaran yang baik terkait bahaya radikal terorisme, di mana kami secara komprehensif mengetahui apa itu radikalisme. Bahwa fenomena ini dapat merembes ke lingkungan seperti BUMN. Menjadi antisipasi tersendiri dan dapat diterapkan di program berikutnya,” ujar Saifullah Lasindran.