Mataram – Memasuki penghujung 2018, BNPT yang memiliki kewenangan untuk mengoordinasi pelaksanaan Sinergisitas program penanggulangan terorisme antar K/L memasuki titik evaluasi. Hal ini terlihat dalam penyelenggaraan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Sinergisitas Kementerian/Lembaga program Penanggulangan Terorisme Tahun 2018 di salah satu lokus, Provinsi Nusa Tenggara Barat.

Bertempat di Ruang Camar I, Hotel Golden Palace, Mataram Nusa Tenggara Barat, Rapat Evaluasi diselenggarakan pada Jumat (9/11) pagi. Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua tim Sinergisitas BNPT sekaligus Sestama BNPT Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T. M.M., dan dihadiri oleh Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas BNPT sekaligus Sekretaris Sinergisitas BNPT Bangbang Surono Ak. M.M., beserta pejabat BNPT lainnya.

Rapat diawali dengan pemberian sambutan oleh Sekretaris Utama BNPT. Dalam sambutannya, Sestama menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dan berpartisipasi dalam Sinergisitas. Beliau juga menyampaikan kelanjutan kegiatan di tahun 2019.

“Di NTB kita meliputi 3 daerah, yaitu Kota Bima Kabupaten Bima dan Kabupaten Dompu. Melihat hasil kegiatan dan kebutuhan, di tahun 2019 kegiatan Sinergisitas akan berlanjut di NTB, Sulawesi Tengah dan kemungkinan Jawa Timur,” ujur Sestama BNPT.

Apresiasi tersebut juga disampaikan oleh pihak pemerintah Daerah. Kepala Badan Kesejahteraan Pembangunan dan Perlindungan Masyarakat Drs. Lalu Syafii, M.M., Kepala Badan Intelejen Daerah (KABINDA) NTB Tarwo Kusnarto, SE, Msi., dan
Wakapolda Nusa Tenggara Barat, Drs. H. Tajuddin MH menyampaikan apresiasi tersebut dalam sambutannya.

“Sejak program ini difasilitasi BNPT, belum ada warga tersangkut masalah hukum yang berkaitan dengan ideologi garis keras. Program sinergisitas dengan Kementerian/Lembaga secara berkelanjutan diharapkan dapat menekan penyebaran ideologi menyimpang,” ujar KABINDA NTB.

Rapat kemudian memasuki sesi Paparan yang diberikan oleh Kepala Biro Perencanaan, Hukum dan Humas (Karoren) BNPT Bangbang Surono Ak. M.M. Paparan tersebut terbagi dalam Pemaparan Evaluasi Kegiatan dan Pembahasan secara teknis pelaksanaan sinergisitas antar K/L dengan dinas daerah.

Disampaikan dalam paparan tersebut landasan pelaksanaan program sinergisitas, sasaran program, dan pola operasi yang digunakan serta informasi realisasi program kementerian/satgas. Terkait evaluasi, Sekretaris Sinergisitas BNPT menyampaikan harapannya di masa mendatang kepada K/L dan Pemda terlibat.

“Diharapkan keseluruhan realisasi Rencana Aksi dari K/L dapat secara optimal dilaporkan, serta keterlibatan pemerintah daerah dapat lebih maksimal lagi,” ujar Karoren BNPT.

Usai pemaparan sesi tanya jawab dilakukan antara puluhan perwakilan Kementerian/Lembaga dengan BNPT. Disampaikan pula pelaporan, kendala serta hal-hal yang dapat diperbaiki dalam pelaksanaan program sinergisitas. Tanggapan-tanggapan tersebut kemudian menjadi catatan penting evaluasi program Sinergisitas BNPT.

Rapat evaluasi ditutup oleh Sestama BNPT Dr. A. Adang Supriyadi S.T M.M. Mantan Dosen Universitas Pertahanan tersebut berharap implementasi program sinergisitas tahun 2019 dapat berjalan dengan lebih baik dari seluruh pihak.

Maksimalnya upaya sinergi dari daerah, pusat dan Kementerian/Lembaga diharapkan dapat mengurangi potensi perkembangan radikal terorisme di suatu daerah. Dalam hal ini upaya sinergisitas berfokus di Nusa Tenggara Barat dan Sulawesi Tengah.