Surakarta – Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT) kembali menggelar dialog Pelibatan Lembaga Dakwah Kampus dan Birokrasi Kampus dalam Pencegahan Terorisme. Rabu (13/9/2017), kegiatan dilaksanakan di kampus Universitas Negeri Surakarta Sebelas Maret.

Staf Subdirektorat Pemberdayaan Masyarakat BNPT, Herisal Natsir Putra, mengatakan dialog Pelibatan LDK di UNS merupakan rangkaian dari kegiatan yang sama dari rencana pelaksanaannya di 32 provinsi se-Indonesia. “Kegiatan di UNS adalah yang ke-24,” katanya.

Sama seperti kegiatan-kegiatan sebelumnya, lanjut Herisal, meski bernama pelibatan LDK dalam pelaksanaannya dialog ini terbuka untuk semua mahasiswa dan mahasiswi.

“Justru kami harapkan bisa terlibat semuanya, karena dialog ini konteksnya mencegah. Mereka yang tidak tergabung di LDK boleh ikut, dan Alhamdulillah di sini antusiasmenya tinggi,” ujar Herisal.

Dialog di UNS akan melibatkan sejumlah narasumber, antara lain Guru Besar UIN Sumatera Utara, Prof. Dr. Syahrin Harahap, M.A., Pengajar Kajian Timur Tengah Universitas Indonesia, Muhammad Syauqillah, Ph.D., Wakil Rektor III UNS, Prof. Dr. Darsono, M.Si., dan mantan narapidana terorisme, Abu Tholut. Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Direktur Pencegahan BNPT, Brigjen. Pol. Ir. Hamli, M.E.

Muhammad Syauqillah menyambut baik dilaksanakannya dialog Pelibatan LDK dalam Pencegahan Terorisme di UNS. Menurutnya, banyak cerita radikalisme tumbuh di kampus UNS diterimanya.

“Waktu saya di Turki, ada seorang mahasiswa UMS yang intens bertanya ke saya soal konflik di Suriah. Belakangan saya dengar dia sudah berangkat ke Suriah dan saya belum tahu bagaimana kabarnya sekarang,” kata Syauqillah. [shk/shk]