Jakarta – Pemantapan upaya sinergisitas antar K/L merupakan suatu kewajiban yang perlu dipahami oleh seluruh pihak terkait. Dalam hal ini BNPT selaku pemangku amanat koordinasi Sinergisitas Penanggulangan Terorisme antar Kementerian / Lembaga kembali berupaya untuk menyeragamkan pemahaman dengan puluhan Kementerian dan Lembaga yang berpartisipasi.

Bertempat di salah satu gedung Kementerian di Jakarta, Rapat Koordinasi digelar pada Senin (5/11) siang. Rapat Koordinasi tersebut dipimpin oleh Kepala BNPT Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius M.H dan Sekretaris Utama BNPT selaku Ketua Tim Sinergisitas Marsda TNI Dr. A. Adang Supriyadi S.T. M.M. Kegiatan ini juga lengkap dihadiri oleh Deputi Pencegahan, Perlindungan dan Deradikalisasi Brigjen TNI Hendri Paruhuman Lubis dan Deputi Bidang Penindakan dan Pembinaan Kemampuan Brigjen Pol. Drs. Budiono Sandi, S.H., M.Hum., Deputi Kerja Sama Internasional Irjen Pol. Drs. Hamidin, serta Inspektur BNPT Dr. Amrizal M.M.

Dalam rapat tersebut dijelaskan beberapa hal yang menyangkut pelaksanaan Sinergisitas antar K/L program penanggulangan terorisme. Hal ini diperlukan untuk memperjelas pelaksanaan, panduan dan peran bagi Kementerian dan Lembaga terkait.

Dalam pembukaannya Kepala BNPT mengingatkan pentingnya peran Pemerintah dalam hal ini Kementerian dan Lembaga untuk hadir di daerah. Dalam hal Sinergisitas BNPT, daerah yang menjadi perhatian berkaitan dengan upaya penanggulangan terorisme.

“Kita bekerja sama untuk mencegah keberadaan serta mencegah adanya pengulangan tindak radikal terorisme. Dalam Sinergisitas BNPT harus jelas perannya, BNPT misalnya aktif menginformasikan kepada kepala daerah tentang peran yang harus diambil dalam pendampingan mantan napiter,” ujar Kepala BNPT.

Rapat dilanjutkan dengan pemaparan oleh Ketua Tim Sinergisitas, Sestama BNPT Dr. A. Adang Supriyadi ST.,M.M. Sestama BNPT mengatakan bahwa salah satu tugas BNPT dalam UU No. 5 Tahun 2018 BNPT bertugas untuk mengoordinasikan, meningkatkan kesiapsiagaan, upaya deradikalisasi dan kontra radikalisasi.

Termasuk menjadi pembahasan ialah penjelasan latar belakang pemilihan Lokasi Khusus (Lokus), buku panduan Sinergisitas dan buku pelaksanaan Teknis Sinergisitas serta aplikasi Sistem Informasi Monitoring Sinergitas Antar K/L dalam Penanggulangan Terorisme atau disingkat Simonsikat.

“Buku ini sudah kami berikan kepada Kementerian dan Lembaga terkait, aplikasi Simonsikat juga sudah kami kenalkan dan ajarkan untuk para peserta Sinergisitas, sebagai media sharing informasi rencana aksi serta pelaporan hasil dapat diunggah dalam aplikasi tersebut,” ujar Sestama BNPT.

Usai paparan, rapat koordinasi yang dihadiri puluhan Kementerian Lembaga tersebut diakhiri dengan sesi tanya jawab.