Jakarta – Kepala Badan Nasional Penanggulangan Terorisme (BNPT), Komjen Pol. Drs. Suhardi Alius, M.H didampingi Deputi Bidang Pencegahan, Perlindungan, dan Deradikalisasi BNPT, Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis, dan Direktur Perlindungan BNPT, Brigjen Pol. Ir. Hamli, ME menerima kunjungan Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Hadist Indonesia (FKMTHI) di Kantor BNPT pada Rabu pagi (15/1). Audiensi kali ini membahas kerja sama yang dapat dilakukan kedua belah pihak untuk melakukan kontra narasi di beberapa provinsi di Indonesia.

Saat ini generasi muda rentan terpapar paham radikal terorisme, terutama bagi mereka yang berada di lingkungan kampus. Sebagai forum Da’i muda, FKMTHI diharapkan dapat menjadi agen pesan damai untuk menghidupkan kembali nilai-nilai yang sudah tergerus oleh paham radikalisme.

“Ada satu hal yang saya banggakan dengan motto daripada Forum Komunikasi Mahasiswa Tafsir Indonesia ini adalah ‘Garuda di Dadaku, Al Qur’an Hadits di Hatiku’. Kalau ini yang kita sebarkan, kita akan mendapatkan Da’i-Da’i muda milenial yang memiliki habluminallah dengan baik, dan habluminannas dengan menciptakan rasa kebangsaan juga,” ucap Kepala BNPT.

Ke depannya BNPT bersama FKMTHI akan bersinergi membendung paham radikal terorisme melalui kegiatan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) di beberapa provinsi di Indonesia sebagai narasumber generasi muda yang membawa pesan damai dalam kajian keagamaan. Hal ini ini dilakukan agar pencegahan dapat dilaksanakan secara menyeluruh ke berbagai lapisan masyarakat.

FKMTHI pun menegaskan bahwa usaha dalam mengkampanyekan pesan damai tidak hanya dilakukan secara offline, tetapi juga secara online memelalui sosial media. Mayjen TNI Hendri Paruhuman Lubis mendorong FKMTHI untuk berkolaborasi dengan Duta Damai BNPT baik yang berada di Indonesia dan luar negeri yakni negara-negara di kawasan Asia Tenggara.

Achmad Sayuti, Ketua FKMTHI Pusat mengatakan bahwa mereka akan memberikan pemahaman yang moderat sehingga tidak memicu individu atau kelompok untuk terpapar, melakukan kekerasan dan terorisme.

“Kalau teman-teman ada yang selalu membawa pesan kekerasan, kita hadir untuk membawa pesan damai. Kalau mereka pakai hadits-hadits yang keras, kita menggunakan hadist-hadist yang damai. Kalau mereka pakai ayat-ayat yang keras, kita akan pakai ayat-ayat yang damai, dan kita juga diarahkan oleh Prof. Nasar sehingga untuk segera mengambil alih orang-orang yang membajak Al Qur’an selama ini, untuk kita sama-sama memberikan pemahaman yang moderat,” tutur Achmad Sayuti.

Memiliki program kerja yang luar biasa, Kepala BNPT juga berencana untuk mewadahi FKMTHI untuk bekerja sama dengan Kementerian Agama dalam mewujudkan lahirnya generasi milenial yang berwawasan agama tinggi, namun tetap menumbuhkan rasa cinta Tanah Air di dalam diri mereka.
“Saya akan memfasilitasi adik-adik kita ini dari Forum Komunikasi (FKMTHI) ini untuk bisa beraudiensi dengan Kementerian Agama sehingga kita bisa memberdayakan 17 Provinsi yang kita punya sehingga kita punya Da’i muda yang memiliki wawasan kebangsaan nasional,” ujar Suhardi Alius di penghujung pertemuan.